Jujur saja, setelah kejadian 1 September itu, kesan saya terhadapnya menurun. Jaringannya berhenti selama empat jam, modul opsi biner dimanfaatkan celahnya oleh seseorang, dan kabarnya kerugiannya lebih dari empat juta dolar AS. Yang paling keterlaluan, selama jaringan berhenti akun resmi Twitter masih mengunggah konten promosi, tanpa satu pun kata “keamanan dana”, dan komunitas langsung meledak. Tapi terlepas dari omelanku, setelah saya melihat-lihat hal-hal terbarunya, saya merasa proyek ini mungkin diremehkan. Banyak orang mengira $INJ itu cuma bursa terdesentralisasi, yang bersaing dengan Hyperliquid. Bukan begitu. Hyperliquid adalah lapisan blockchain yang dibungkus di sekitar bursa, dan semua energinya fokus pada kontrak perpetual. INJ sebaliknya, ini adalah L1 yang khusus untuk keuangan, dan bursa hanya salah satu aplikasi di atasnya. Order book on-chain native, konfirmasi sub-detik, dan tahan terhadap MEV—ini adalah kemampuan lapisan dasar, bukan fitur dari sebuah DEX.
$INJ 19 前几小时喊了 INJ untuk ambil di harga bawah (抄底), hampir tidak ada yang menghiraukanku. Sekarang +16,61%.
Aku tahu ada yang mau bilang, “telat bicara—baru keluar setelah naik.” Sudah terbiasa. Setiap kali aku berteriak, kolom komentar sepi. Setelah naik, banyak orang baru tanya, “Masih bisa masuk?”
Yang paling menusuk bukan soal rugi uang—tapi saat orang lain ambil di bawah sementara kita hanya mengamati. Orang lain dapat keuntungan, kita malah FOMO dan kejar.
Di bawah takut beli, begitu naik langsung masuk karena takut ketinggalan (FOMO), lalu ketahan. Siklus seperti ini sudah berapa kali?
Aku bukan dewa. Single long ETH sempat kena “jarum” dan rugi pun aku pajang juga, sementara single short BYD masih kugenggam. Rugi dan untung semuanya terang-terangan. Kalau benar tapi salah pegang, ya akui—nggak main abu-abu atau setengah-setengah.
Kali ini yang berhasil ikut makan dari INJ, kasih kabar di kolom komentar. Yang belum, jangan copot dada. Follow, dan di titik berikutnya aku teriakkan dari awal.
$BYD short sell🈳, saya dengar pabrik ini bekerja dua shift bergantian 12 jam sehari, hanya libur dua hari sebulan, dan sangat melanggar hukum kerja paksa Uni Eropa
$UNI Ini, belakangan saya makin melihatnya dan makin merasa itu tidak bisa hanya dianggap sebagai token DEX.
Awalnya saya scroll dan ketemu satu gambar yang membahas V4, UniswapX, dan Unichain sekaligus—setelah membacanya saya sempat bengong.
V4 dengan Hooks, likuiditas bisa diprogramkan; intinya, market making berubah jadi sesuatu yang modular. UniswapX sedang berebut arus pesanan seluruh pasar; ambisinya jelas bukan sekadar membuat agregator. Lalu ditambah mereka sendiri yang menerbitkan chain, membuat wallet—kalau langkah-langkah ini digabungkan, kelihatannya mereka sama sekali tidak berniat menjadi platform trading.
Mereka seperti apa? Seperti stop kontak untuk keuangan on-chain: di mana pun perlu likuiditas, tinggal colok dan dipakai.
Yang paling membuat saya merasa menarik justru siklusnya itu: aset on-chain mendatangkan likuiditas, likuiditas menarik order flow, order flow menghasilkan fee, fee dipakai untuk membakar UNI. Kalau betul-betul RWA dan uang dari institusi masuk dalam jumlah besar, siklus ini bisa berputar jauh lebih kencang dibanding DAO yang cuma bisa melakukan buyback.
Risikonya juga ada. UNI bukan saham; bagaimana regulasinya, apakah bisa benar-benar terealisasi—semuanya masih belum pasti. Tapi saya tetap memasukannya ke portofolio pilihan saham (self-select), porsinya tidak kecil.
Di siklus kali ini, saya punya feeling: ke depannya siapa pun yang meluncurkan chain baru, pasti akan “memohon” distribusi likuiditas. UNI barangkali adalah orang yang menjual sekop.
Setiap orang—entah sedikit atau banyak—kebanyakan memegang sekitar seratus u, kan? Semoga kita semua melihat peluang masa depan!