Bitcoin Masuk Fase Koreksi Siklus 4 Tahunan? Ini yang Sedang Terjadi
Tekanan jual besar di pasar Bitcoin kembali memunculkan perdebatan soal validitas siklus 4 tahunan. Banyak analis menilai pola berbasis halving masih menjadi kerangka utama membaca tren jangka panjang BTC.
Secara historis, pergerakan Bitcoin cenderung berulang: fase akumulasi, reli pasca-halving, euforia harga, distribusi, lalu koreksi dan konsolidasi panjang sebelum siklus berikutnya dimulai. Pola ini sudah muncul dalam beberapa periode sebelumnya dengan karakter yang mirip.
Namun kondisi sekarang tidak identik dengan masa lalu. Kehadiran ETF institusional, arus dana besar, kebijakan suku bunga global, hingga regulasi lintas negara bisa mempercepat atau memperlambat setiap fase dalam siklus tersebut.
Aksi jual saat ini memunculkan satu pertanyaan penting: apakah ini fase distribusi menuju koreksi lebih dalam, atau hanya retracement sehat dalam tren yang lebih besar?
Satu hal yang perlu diingat, siklus adalah alat bantu membaca probabilitas, bukan ramalan absolut. Follow Menjadi Trader untuk update analisa kripto yang tajam dan terstruktur #menjaditrader #bitcoin #cryptomarket #tradingcrypto #halving
Bitcoin turun 1,14% dalam 24 jam, tersangkut resistensi kuat di $70K. Pasar masih dicampur sinyal: tekanan makro nyata, tapi akumulasi institusi dan whale tetap berlangsung.
Gambaran Utama
Faktor makro & resistensi di $70K membatasi upside.
Teknis menunjukkan tekanan bearish, likuidasi masih terjadi.
Institusi dan whale terus menambah posisi, memberi dukungan jangka panjang.
Sisi Positif
Adopsi Institusi: Danske Bank & Standard Chartered perluas ETP BTC; BlackRock prediksi aliran dana Asia hingga $2T.
Akumulasi Whale: Lebih dari 100 dompet besar (1.000–10.000 BTC) beli saat koreksi, menandakan minat beli diam-diam.
Sinyal Reversal: MACD 1 jam crossover bullish → garis MACD bergerak di atas garis sinyal, memberi peluang rebound jangka pendek.
Risiko yang Masih Ada
Resistensi utama di $70K diperkuat USD kuat → membatasi rally.
Struktur teknikal masih bearish: harga di bawah EMAs menengah & panjang, likuidasi long senilai $127 juta baru-baru ini.
Potensi koreksi lebih dalam: beberapa analisis target $35K–$50K, konsisten dengan pola distribusi dan siklus historis.
Sentimen Komunitas
Dominasi bearish: diskusi fokus pada tekanan jual, likuidasi signifikan, dan tantangan menembus $70K.
Sebagian kecil melihat ini sebagai akumulasi strategis, tapi mayoritas tetap hati-hati.
➡️ Kesimpulan: jangka pendek masih rawan, tapi akumulasi institusi & whale menjaga fondasi. Fokus ke risk management, jangan terbawa emosi.
Semakin sering kamu mantengin chart, semakin sering juga kamu ngerasa pengen klik. Semakin lama kamu liatin market, makin banyak “setup” yang tiba-tiba keliatan valid.
Padahal sebelumnya kamu fine-fine aja.
Kenapa ya… Semakin kamu fokus ke market, justru makin susah cuan?
Apa karena marketnya yang berubah? Atau karena emosi kita yang ikut kepancing?
Jangan-jangan bukan kurang analisa… tapi kebanyakan lihat bikin overthinking dan overtrading? 👀
NFP Malam Ini Bisa Jadi Pemicu Rebound BTC? Pasar Tenaga Kerja Mulai Retak
Rilis NFP dan unemployment rate Rabu, 11 Februari pukul 20:30 WIB jadi jauh lebih penting dari biasanya. Kita sedang ada di fase transisi: inflasi sudah turun, pasar tenaga kerja mulai melemah, dan The Fed terlihat mencari justifikasi untuk mempercepat easing.
Bulan lalu NFP hanya bertambah 50K, dengan revisi dua bulan sebelumnya turun total 76K. Unemployment turun ke 4,4% bukan karena job creation kuat, tapi karena labour force menyusut 46K lebih banyak orang berhenti mencari kerja. Jobless claims naik ke 231K, continuing claims ikut meningkat, sektor retail kehilangan 25K pekerjaan, dan PMI employment masih lemah. Ditambah potensi revisi benchmark BLS yang bisa memangkas sekitar 900K pekerjaan untuk 2025.
Jika dirangkai sebagai satu cerita, pasar tenaga kerja sebenarnya sudah lama mendingin. Konsensus 70K terlihat cukup optimis. Skenario yang lebih realistis bisa di kisaran 45K dengan unemployment kembali naik ke 4,5% dan wage growth tetap 0,3%.
Ini bukan data resesi, tapi jelas bukan labour market yang solid. Jika NFP di bawah konsensus dan unemployment naik, pasar bisa membaca ini sebagai sinyal percepatan rate cut yang berpotensi jadi katalis rebound untuk Bitcoin.
Dan jangan lupa, dua hari lagi ada CPI. Volatilitas masih jauh dari selesai.
Follow Menjadi Trader untuk update makro dan dampaknya ke kripto. #menjaditrader #NFP #Bitcoin #FOMC #Crypto NFA, DYOR.
Goldman Sachs Pegang $2,36 Miliar ETF Kripto, Institusi Makin Serius Masuk Pasar
Goldman Sachs resmi melaporkan kepemilikan ETF kripto senilai $2,36 miliar dalam filing 13F Q4 2025 yang diajukan 10 Februari 2026. Portofolio tersebut terdiri dari sekitar $1,1 miliar ETF Bitcoin, $1 miliar Ethereum, $153 juta XRP, dan $108 juta Solana setara kurang lebih 0,33% dari total AUM mereka yang mencapai $800 miliar.
Menariknya, nilai ini naik sekitar 15% dibanding kuartal sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah volatilitas pasar dan gelombang peluncuran ETF kripto baru, menunjukkan bahwa bank investasi raksasa tersebut justru meningkatkan eksposur saat kondisi tidak stabil.
Langkah Goldman mempertegas satu hal: kripto semakin terintegrasi dalam strategi alokasi aset institusi arus utama. Bagi pasar, ini bukan sekadar angka ini sinyal bahwa pemain besar tidak lagi berada di pinggir lapangan.
Follow Menjadi Trader untuk update pergerakan institusi dan insight market terbaru. #menjaditrader #bitcoin #ethereum #cryptoETF #cryptonews NFA, DYOR.
AI Salip Bitcoin, Sinyal Risk Off Makin Kuat? Ini Ringkasan Pentingnya
Dalam live terbaru Real Vision, sorotan utama tertuju pada pergeseran arus modal: saham AI saat ini outperform Bitcoin. Dana besar terlihat lebih memilih sektor AI dibanding kripto, menandakan rotasi capital yang cukup agresif.
Secara makro, sebenarnya ada angin segar: M2 meningkat dan DXY melemah kombinasi yang biasanya mendukung aset berisiko. Namun di pasar kripto, hampir semua koin masih berada di bawah bull market support band terhadap USD, mengindikasikan tren turun yang belum selesai. Beberapa altcoin memang unggul terhadap BTC, tapi tetap melemah terhadap dolar jebakan klasik ilusi “alt season”.
Dari sisi teknikal, BTC menunjukkan sinyal potensi local bottom dengan RSI serendah era COVID. Meski begitu, breadth market masih buruk dan mayoritas top coin tetap dalam downtrend. Empat indikator risk framework (DeMark, MegaTrend, A-Tradies, Trading Alpha) di timeframe weekly juga masih merah menunjukkan fase risk off belum benar-benar berakhir.
Strategi hedge yang disarankan: eksposur ke emas melalui PAXG serta saham AI atau sektor logam untuk menekan volatilitas portofolio.
Ikuti Menjadi Trader untuk insight makro, rotasi capital, dan strategi menghadapi fase risk on & risk off. #menjaditrader #bitcoin #cryptomarket #riskmanagement NFA, DYOR.
Pola 1.064 Hari Naik, 364 Hari Turun: Siklus Bitcoin Ini Kebetulan atau Blueprint Market?
Sebuah prediksi dari akun anonim kembali viral di komunitas kripto. Ia mengklaim Bitcoin bergerak dalam pola berulang: 1.064 hari fase kenaikan, diikuti 364 hari fase penurunan. Pola ini disebut sudah terjadi 4 kali dengan presisi tinggi dalam siklus sebelumnya.
Jika skenario ini kembali terulang, puncak harga (ATH) diproyeksikan terjadi pada 6 Oktober 2025. Setelah itu, pasar diperkirakan memasuki fase koreksi hingga 9 November 2026, dengan potensi bottom di area $35.000–$45.000.
Apakah ini sekadar kebetulan statistik atau memang struktur siklus yang konsisten? Trader perlu memahami bahwa meski pola historis bisa memberi konteks, market tetap dipengaruhi likuiditas, makroekonomi, dan sentimen global.
Follow Menjadi Trader untuk update analisis siklus, skenario bull & bear market, dan strategi hadapi volatilitas. #menjaditrader #bitcoin #cryptocycle #bullbear NFA, DYOR.
The Fed Kompak Tahan Suku Bunga Lebih Lama, Apa Dampaknya ke Bitcoin?
Sejumlah pejabat Federal Reserve memberi sinyal bahwa suku bunga acuan AS kemungkinan akan dipertahankan lebih lama. Langkah ini dinilai perlu agar bank sentral memiliki waktu cukup untuk mengevaluasi dampak pemangkasan sebelumnya sekaligus memastikan inflasi tidak kembali memanas.
Gubernur The Fed Cleveland, Beth Hammack, menegaskan pendekatan “wait and see” menjadi kunci di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sikap ini menunjukkan The Fed belum terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter lebih agresif.
Bagi pasar kripto, kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama bisa menekan aset berisiko dalam jangka pendek karena likuiditas tetap ketat. Namun, setiap perubahan arah kebijakan ke depan berpotensi menjadi katalis volatilitas besar di Bitcoin dan altcoin.
Ikuti update makro dan analisis tajam lainnya hanya di Menjadi Trader, bull market atau bear market, tetap siap dengan strategi. #menjaditrader #bitcoin #TheFed #cryptonews NFA, DYOR.
Bitcoin kembali bergerak di area rawan. Harga sempat turun di bawah $69K, tertahan oleh resistance kuat, dan memunculkan sinyal yang saling bertabrakan. Pasar jelas belum punya arah tegas.
Gambaran Utama
Secara teknikal, BTC masih tertekan di bawah EMA dengan momentum yang condong bearish.
Sentimen komunitas terbelah antara antisipasi penurunan lanjutan dan keyakinan akumulasi jangka panjang.
Minat institusional belum hilang, meski tekanan jual masih muncul dari beberapa sisi.
Sisi Positif
Kepercayaan institusi tetap ada: Goldman Sachs mengungkap eksposur $1,1 miliar BTC, sementara ETF spot mencatat $145 juta inflow dalam sehari.
Struktur jangka panjang relatif terjaga: harga masih bertahan di atas trendline utama, mengindikasikan akumulasi yang berlangsung diam-diam.
Adopsi terus meluas: pembayaran QR Binance di Peru dan pemangkasan biaya BTC oleh Cash App memperkuat utilitas dan akses pasar.
Risiko yang Masih Membayangi
Setup teknikal belum ramah: EMA 7/25/99 di atas harga, MACD bearish, RSI masih melemah.
Tekanan suplai meningkat: deposit 4.200 BTC dari holder lama dan penjualan 4.451 BTC oleh miner berpotensi menambah beban jual.
Skenario koreksi lebih dalam masih dibahas, dengan target ekstrem di kisaran $38K–$60K.
Sentimen
Narasi bearish mendominasi, bahkan muncul prediksi crash ekstrem.
Sebagian besar melihat BTC sedang sideways dengan volatilitas tinggi, bukan runtuh langsung.
Di sisi lain, optimisme jangka panjang tetap hidup, banyak yang menganggap fase ini mirip akumulasi emas sebelum breakout besar.
➡️ Kesimpulan: jangka pendek masih berat dan penuh noise, tapi fondasi jangka panjang belum runtuh. Ini fase uji kesabaran, bukan waktu ideal untuk keputusan emosional.