'48万哥' adalah seorang pekerja biasa, nama aslinya tidak diketahui. Pada 28 Januari 2014, dia diam-diam, tanpa sepengetahuan keluarganya, memposting di forum Bitcoin bahwa dia telah menginvestasikan semua uang muka rumah sebesar 480000 yuan yang ia kumpulkan selama tujuh atau delapan tahun bersama istrinya ke dalam pasar Bitcoin, membeli 100 Bitcoin dengan harga sekitar 4800 yuan per Bitcoin, berharap dapat mengubah uang muka menjadi pembayaran penuh, bahkan mendapatkan uang untuk mobil, sehingga dia dijuluki '48万哥' oleh teman-teman di forum. Pada saat itu, dipengaruhi oleh pasar bull Bitcoin tahun 2013, harganya sempat melampaui 5000 yuan, '48万哥' menganggap ini adalah kesempatan yang langka.
Kebijaksanaan Trading untuk Posisi Inti dan Posisi Satelit
Di pasar mata uang kripto, tak terhitung banyak trader ritel yang menyimpan impian untuk menangkap tren seratus kali atau seribu kali lipat, lalu mewujudkan kekayaan yang meledak. Banyak orang percaya pada kabar ‘orang dalam’ yang dikatakan ada di lingkaran tersebut, serta kabar baik pergerakan harga, kemudian secara membabi buta menambah posisi dan mempertaruhkan semuanya (all-in), hingga pada akhirnya bukan hanya gagal meraih keuntungan, melainkan malah mengalami kerugian yang sangat parah, bahkan modalnya bisa lenyap sepenuhnya. Mengejar harga naik lalu menjual saat harga turun, bertaruh habis-habisan, dan tidak memahami manajemen risiko—itulah penyebab utama sebagian besar trader ritel terus merugi dan sulit bertahan hidup di dunia kripto. Sebenarnya, mereka yang mampu bertahan jangka panjang secara stabil di dunia kripto yang sangat fluktuatif dan terus meraih profit, tidak pernah mengandalkan keberuntungan sesaat untuk meledak sebagai spekulan. Mereka adalah trader yang memahami manajemen dana secara mendalam dan mematuhi sistem trading dengan rasional. Agar trader ritel bisa lepas dari takdir kerugian, mereka harus membangun seperangkat prinsip alokasi dana yang stabil: utamakan penempatan pada koin utama dengan modal besar, lalu gunakan dana kecil yang menganggur untuk ikut peluang berisiko tinggi seperti altcoin dan koin MEME.
Setiap kali di ruang siaran langsung mendengar seseorang menyanyikan lagu dengan rasa percaya diri yang luar biasa, lalu menyelipkan satu kalimat “terima kasih atas perhatiannya”, saya benar-benar merasa sangat takjub—sangat ingin langsung menanggapi dengan kritik. Orang boleh tidak tahu, tetapi jika di depan kerumunan besar orang memamerkan ketidaktahuannya secara terbuka, itu tidak pantas. “Perhatian” itu adalah bentuk hormat dari bawahan kepada atasan, dari junior kepada senior—seperti ketika saya mendengarkan nasihat guru, atau ketika kita mendengarkan pemaparan para ahli. Mengatakan kepada orang lain “terima kasih atas perhatian” berarti menempatkan diri kita di posisi yang lebih tinggi, dengan kesan “aku sedang menyampaikan, dan kamu mendengarkan dengan penuh hormat”, sehingga pendengar ditempatkan pada posisi “mendengarkan dengan hormat”. Saat kamu di siaran langsung bernyanyi dengan suara lantang—dan terlepas dari apakah kamu mencapai standar penonton KTV, atau seberapa mengagumkannya suaramu—setidaknya di ruang siaran langsung ini suasananya adalah tempat hiburan yang setara. Pendengarnya datang untuk bersantai dan rileks, bukan untuk “mendengarkan dengan penuh hormat” pertunjukanmu, benar? Jangan lupa, bangsa Tionghoa sejak dulu menganggap kerendahan hati sebagai suatu kebajikan. #直播间