Riot Platforms Menjual 4.300 Bitcoin untuk Mendukung Ambisi Pusat Data AI
Riot Platforms mengungkapkan dalam laporan hasil kuartal kedua 2026 dan keterbukaannya bahwa perusahaan menjual 4.300 Bitcoin untuk mendanai operasi yang sedang berjalan serta bisnis pusat data kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang. Hasil penjualan tersebut diarahkan ke operasi pusat data AI yang, menurut perusahaan, berkembang pesat. Meski terjadi penjualan, Riot masih memegang 11.380 BTC yang bernilai sekitar 718 juta dolar pada harga saat ini. Perusahaan juga melaporkan lebih dari 1,2 miliar dolar dalam total aset likuid, termasuk sekitar 549 juta dolar dalam bentuk kas, yang menegaskan bahwa perusahaan tetap menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporat terbesar bahkan setelah melepas sebagian signifikan dari kas perbendaharaannya.
PENGU Turun di Bawah Dukungan Kunci Saat Pasar Bersiap untuk Suntikan Likuiditas Besar
Pudgy Penguins mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam dua puluh empat jam terakhir, turun sebesar 2,71 persen menjadi diperdagangkan di $0,00624. Pergerakan ke bawah ini menyebabkan aset tersebut berkinerja lebih rendah daripada pasar kripto yang lebih luas, yang meski lebih lemah. Katalis utama bagi penurunan kinerja ini tampaknya adalah breakdown teknis di bawah level dukungan terdekat, yang menggeser momentum jangka pendek ke arah bearish. Analisis sosial terbaru menunjukkan bahwa token tersebut diperdagangkan tepat di bawah rata-rata pergerakan satu jamnya sebelum akhirnya tertekan oleh tekanan jual. Harga pada akhirnya menembus level dukungan volume weighted average price (VWAP) sebesar $0,006262. Kegagalan mempertahankan level intraday yang banyak diawasi ini mengonfirmasi bahwa pembeli saat ini kesulitan untuk mempertahankan kendali, sehingga membuat reclaim atas level harga spesifik tersebut menjadi sinyal utama bagi potensi pemulihan pembeli.
Penambang Bitcoin Jadi Tuan Rumah AI Saat Riot Mengunci Kontrak Anthropic senilai $9,1 Miliar
Penambang Bitcoin Riot Platforms telah menandatangani kesepakatan penting selama 20 tahun senilai sekitar $9,1 miliar dengan perusahaan AI Anthropic. Berdasarkan ketentuan kontrak, Riot akan menyewa kapasitas komputasi sebesar 191 megawatt di kampusnya di Rockdale, Texas, sebuah lokasi yang sebelumnya sepenuhnya digunakan untuk penambangan Bitcoin. Perjanjian ini mencakup dua opsi perpanjangan masing-masing lima tahun yang dapat mendorong total nilai kontrak menjadi sekitar $16,1 miliar. Anthropic diperkirakan akan menerima 96 megawatt pertama pada Desember 2027, dengan pengiriman penuh 191 megawatt dijadwalkan pada Juni 2028. Keterbukaan perusahaan dan pelaporan dari berbagai outlet termasuk CNBC dan CoinDesk mengonfirmasi skala serta timeline dari kesepakatan tersebut. Riot memperkirakan pendapatan operasi bersih kumulatif sebesar $7,3 miliar hingga $8,2 miliar selama masa dasar, sementara memproyeksikan belanja modal sebesar $2,1 miliar hingga $2,3 miliar. Pendanaan akan berasal sebagian dari fasilitas senilai $573 juta yang disediakan oleh Morgan Stanley, ditambah dengan ekuitas yang dihimpun melalui penjualan cadangan Bitcoin.
Regulatory Uncertainty Continues as South Korea Pushes Crypto Tax to 2030
A South Korean legislator has introduced a proposal to postpone the implementation of the national cryptocurrency income tax from the year 2027 to the year 2030. People Power Party representative Jeong submitted the legislation to delay the 22 percent tax on digital asset gains exceeding 2.5 million won. This legislative maneuver continues a historical pattern of continuous delays which eases immediate financial obligations for retail investors while maintaining a state of regulatory ambiguity. The proposal still requires formal approval from the National Assembly where competing legislative initiatives and comprehensive digital asset reforms will ultimately determine if the taxation will actually begin in 2027 or face another postponement. The submitted bill specifically seeks to shift the effective date of the virtual asset income tax from the first day of January in 2027 to the first day of January in 2030. Under the current legal framework, any profits generated from transferring or lending digital assets are classified as miscellaneous income and subjected to a combined 22 percent tax rate on annual earnings above the equivalent of roughly 1800 United States dollars. Reports indicate that opposing political factions have introduced similar measures to push the identical 22 percent levy to 2030, which confirms a shared political target for a three year postponement. The foundational legal structure for taxing digital assets is not being eliminated by this specific bill, and the statutory authority to collect these revenues will remain officially codified. This legislative action represents the fourth consecutive implementation delay following previous postponements from an original 2022 launch to 2023, then to 2025, and most recently to 2027. In the short term, an additional delay would ensure that the digital asset profits of domestic investors remain effectively untaxed above the established threshold until the end of the decade. This extension reduces immediate market friction for one of the most active retail trading environments globally. Simultaneously, these repeated delays communicate significant political and technical hesitation, which perpetuates extended uncertainty regarding tax treatment and influences how institutional investors design domestic financial products. Market observers note that while a further delay supports vibrant domestic trading volumes, it preserves a structural policy burden that could suddenly change in the future. The proposed legislation must successfully navigate committee reviews and secure a formal vote within the National Assembly. The national finance ministry continues to officially support the original 2027 implementation timeline, while various other representatives advocate for either further delays or a complete cancellation of the tax. This taxation debate is deeply interconnected with wider digital asset reforms in the nation, which include new user protection statutes, enhanced exchange supervision, and compliance with international reporting standards. Consequently, the final tax schedule might be negotiated as a component of a much larger regulatory package. International markets are closely watching to see if the nation will eventually establish a transparent and stable taxation environment similar to neighboring countries, or if it will continue to delay the policy, which would maintain short term flexibility at the expense of long term predictability. The latest political effort to push digital asset taxation to 2030 demonstrates that government officials are still attempting to balance investor protection with fairness compared to traditional stock markets and the technical readiness required to track decentralized financial instruments. If this delay is officially enacted, domestic digital asset activity will likely remain robust without the burden of immediate taxation. Market participants and industry developers should view the eventual introduction of structured taxation as an issue of timing rather than a matter of fundamental principle.
Dukungan Kritis Diuji Saat Dogecoin Turun di Bawah Moving Averages Utama
Dogecoin telah mengalami penurunan sebesar 1,04 persen dalam 24 jam terakhir hingga mencapai harga 0.0696 dolar. Mata uang kripto ini saat ini berkinerja lebih buruk dibanding pasar yang lebih luas yang cenderung positif. Pergerakan turun ini terutama didorong oleh momentum teknis bearish dan adanya kekurangan katalis pasar yang segera. Alasan utama kemerosotan ini adalah kegagalan dari level-level teknis yang krusial. Saat ini, aset tersebut diperdagangkan di bawah semua moving average utama. Secara spesifik, aset berada di bawah rata-rata 7 hari sebesar 0.0698 dolar, rata-rata 30 hari sebesar 0.0712 dolar, dan rata-rata 200 hari sebesar 0.0920 dolar. Relative Strength Index saat ini berada di angka 41,4, yang menunjukkan momentum bearish tanpa aset tersebut tergolong teknis oversold. Struktur ini menyoroti kurangnya keyakinan dari pembeli dan mengonfirmasi tren penurunan yang sedang berlangsung, di mana penjual tetap memegang kendali secara ketat. Pengamat pasar menyarankan bahwa pemulihan terhadap simple moving average 7 hari di sekitar 0.0698 dolar akan menjadi tanda pertama adanya stabilisasi harga.
85 Cacat Kritis Mengungkap Fondasi Rapuh di Balik Aplikasi Bitcoin Paling Terpercaya
85 kerentanan kritis telah ditemukan yang bersemayam di dalam aplikasi Bitcoin, dan implikasinya sangat mengejutkan. Inilah ekosistem yang selama ini membanggakan diri sebagai infrastruktur keuangan paling teruji dalam sejarah mata uang kripto. Namun di seluruh puluhan produk yang dipercaya oleh jutaan orang dengan uang sungguhan setiap hari, fondasinya telah berjalan dengan waktu pinjaman. Besarnya jumlah celah yang terungkap sekaligus menimbulkan pertanyaan mendesak tentang bagaimana alat-alat ini dibangun, ditinjau, dan dipelihara selama bertahun-tahun.
Russia Draws the Line: A Regulated Crypto Market Without Everyday Payments
President Vladimir Putin has signed Federal Law No. 282 FZ, titled “On Digital Currencies and Digital Rights,” establishing Russia’s first comprehensive legal framework covering crypto trading, custody, mining, and the issuance of digital financial assets. The core provisions take effect on 1 September 2026, with transition periods stretching into 2027. Under this structure, the Bank of Russia is appointed as the primary supervisor overseeing exchanges, brokers, custodians, and depositories. Only entities listed in a special government registry will be permitted to operate as crypto exchanges, and they must meet minimum capital requirements of approximately 15 million rubles for trading operators, with even higher thresholds set for certain depositories and custodians. The law recognizes cryptocurrency as property, yet it preserves the long-standing prohibition on using digital currencies to pay for goods and services within Russia. Advertising that implies domestic payment use is explicitly banned. At the same time, regulated trading and foreign trade settlement through licensed intermediaries are permitted. Retail investors are split into two tiers. Non-qualified investors face annual purchase caps of around 300,000 rubles per firm and must pass mandatory knowledge tests before participating. Qualified investors, by contrast, operate without such restrictions under the new regime. In essence, Russia is constructing a state-supervised crypto market built around trading and custody rather than transforming tokens into everyday money for its citizens. For ordinary Russians, the practical effect of this legislation is that purchasing popular coins such as Bitcoin through local, licensed platforms will become legally possible, though heavily constrained by strict limits, risk warnings, and knowledge tests designed to filter out inexperienced participants. Survey data paints a sobering picture of public appetite. Roughly 69 percent of respondents say they see no practical use case for crypto even after its legalization. More than half admit they know little about how it works, and only a small minority point to foreign purchases, savings diversification, or business transfers as meaningful reasons to engage with digital currencies. Businesses and financial institutions stand to benefit more directly. The law provides clearer pathways for launching compliant crypto wallets, depositories, and trading services. Banks and the Moscow Exchange are already preparing offerings that align with the new licensing and capital rules. However, everyday wages, retail store payments, and any advertising that presents crypto as normal money remain firmly off the table. As a result, adoption is expected to cluster around cross-border commerce, investment products, and mining operations rather than consumer-facing payments. On the global stage, Russia has already moved to legalize Bitcoin and stablecoin payments in foreign trade, explicitly to work around Western banking sanctions. This new market law embeds that cross-border use inside a regulated structure instead of leaving it in a legal grey zone. European authorities have responded by targeting Russia-linked crypto platforms and tightening checks on exchanges, signaling that crypto infrastructure has become part of the sanctions battlefield rather than merely a speculative market. Russia’s vast energy resources and its legal recognition of mining and settlement rights position the country to remain a significant contributor to global Bitcoin and stablecoin flows, even if domestic retail use stays limited. Several developments will be critical to watch in the coming years. These include how strictly the Bank of Russia enforces its licensing rules, whether the Federal Security Service extends real-time surveillance systems to crypto platforms, and how other sanctioning nations and major exchanges adjust their policies toward Russian-linked activity. For crypto users worldwide, the most important shift is that a large, sanctioned economy is now committing to state-directed, cross-border crypto use, which could deepen mining and settlement flows while keeping consumer participation tightly constrained. Russia’s new crypto law does not create a freewheeling retail market. It formalizes a supervised trading and custody system, preserves bans on domestic payments, and channels crypto toward foreign trade, mining, and institution-led products. The near-term impact is structural in nature, involving tighter licensing, enhanced surveillance, and sanctions-related use, rather than an immediate surge in Russian retail demand. Over time, how strictly these rules are enforced and how regulators in other countries respond will determine whether this framework becomes a model for controlled crypto integration or remains a narrowly focused sanctions workaround.1234
BlackRock Memimpin Arus Masuk Bitcoin Institusional dalam Skala Besar
BlackRock sekali lagi menunjukkan dominasinya di ruang kripto karena iShares Bitcoin Trust-nya baru-baru ini menarik sekitar 111 juta dolar dalam arus masuk dana segar. Suntikan modal yang besar ini menyoroti adanya minat institusional yang kuat terhadap aset digital, bahkan ketika harga spot terus diperdagangkan dalam kisaran yang relatif sempit dan stabil. Pembelian dalam skala besar tersebut menggarisbawahi meningkatnya keyakinan di kalangan pelaku keuangan tradisional yang semakin memandang produk investasi teregulasi sebagai metode pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap mata uang digital.
Eksodus Stablecoin Korea Selatan senilai $10,8 Miliar: Mengapa Modal Kripto Terus Mengalir ke Luar Negeri
Bursa-bursa kripto utama Korea Selatan telah mengirim total neto sebesar $10,8 miliar stablecoin ke platform luar negeri selama 18 bulan terakhir, yang menyoroti migrasi lintas batas modal kripto yang terus berlanjut dan semakin meningkat. Angka tersebut, yang disusun berdasarkan data dari anggota parlemen Partai Rakyat Demokratik Lee Jong-wook, mencakup periode dari Januari 2025 hingga Juni 2026 dan mencerminkan aktivitas di lima bursa utama berbasis won di negara itu: Upbit, Bithumb, Coinone, Korbit, dan Gopax. Skala arus keluar ini menggarisbawahi adanya ketegangan struktural antara regulasi domestik dan produk yang secara aktif dicari oleh para trader lokal.
Kesulitan Perbendaharaan Bitcoin, Trump Media Melaporkan Perkiraan Kerugian 145 Juta Dolar
Trump Media and Technology Group dilaporkan mengalami kerugian sekitar 145 juta dolar setelah penjualan 2628 Bitcoin kepada Crypto.com. Meskipun perusahaan belum secara resmi mengonfirmasi transaksi tersebut, analis eksternal dan data on-chain dari firma seperti Lookonchain dan Arkham menunjukkan adanya pukulan finansial yang signifikan. Penjualan itu menghasilkan sekitar 165 juta dolar sebagai pendapatan, namun jauh di bawah rata-rata biaya akuisisi sebesar 118500 dolar per Bitcoin. Pelepasan aset terbaru ini merupakan bagian dari pola yang lebih luas berupa pencairan aset selama tujuh bulan, di mana perusahaan tersebut dilaporkan telah melepas total 7281 Bitcoin. Sementara beberapa sumber memandangnya sebagai kerugian yang telah direalisasikan, hal itu masih merupakan estimasi analitis yang menunggu konfirmasi resmi dalam pengajuan berikutnya kepada Securities and Exchange Commission.
Apa itu memecoin yang nyata? Gagasan utama dari memecoin dan mengapa desentralisasi itu penting untuk mem...
Digerakkan oleh komunitas. Berdasarkan pengalaman kami dan peran kami sebagai komunitas dengan berbagai anggota di dunia memecoin, kami akan menyampaikan pandangan sebagai berikut: Konsep dasar dari sebuah meme—baik itu gambar, simbol, maupun situasi—adalah sesuatu yang selaras dengan orang-orang, mengambil makna (entah itu lucu, filosofis, atau lainnya), dan berkembang menjadi sebuah gerakan. Gerakan ini terdiri dari individu-individu yang memahami arti penting memecoin, merasa terhubung dengannya, dan bersedia menyebarkan pesannya lebih jauh. Sebuah memecoin mewujudkan budaya ini di dunia kripto, di mana begitu banyak hal bergantung pada perhatian publik, khususnya kekuatan meme atau narasi tertentu dan kemampuannya untuk menarik perhatian, mengubahnya menjadi pembelian nyata dan promosi media sosial.
Perjuangan untuk Kepemimpinan Aset Digital dan Masa Depan Undang-Undang CLARITY
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent secara terbuka mendesak Senat untuk memberikan suara pada Undang-Undang CLARITY, sebuah rancangan undang-undang komprehensif namun saat ini mengalami stagnasi yang dirancang untuk menetapkan aturan yang jelas bagi pasar mata uang kripto Amerika. Bessent berpendapat bahwa legislasi tersebut sepenuhnya siap untuk pemungutan suara di lantai setelah lolos di Dewan Perwakilan Rakyat dan persetujuan oleh komite-komite terkait. Ia memperingatkan bahwa setiap penundaan lebih lanjut dapat mengakibatkan Amerika Serikat kehilangan keunggulan kompetitifnya dalam aset digital kepada yurisdiksi global lainnya.
Gram Menghadapi Tekanan Bearish di Tengah Masalah Hukum Sang Pendiri
Gram, sebelumnya dikenal sebagai Toncoin, mengalami penurunan 3,17 persen dalam 24 jam terakhir, turun ke $1,41. Kinerja yang tertinggal dibandingkan pasar Bitcoin yang relatif datar terutama dipicu oleh meningkatnya risiko hukum yang mengelilingi pendiri Telegram Pavel Durov. Pada 29 Juli 2026, Layanan Keamanan Federal Rusia secara resmi mendakwa Durov karena memfasilitasi aktivitas terorisme dan menempatkannya dalam daftar buronan internasional, secara langsung mengaitkan narasi pasar token dengan bahaya hukum yang dihadapi sang pendiri.
Shiba Inu Turun 3,85% karena Whale Mencair Setelah Reli Akhir Pekan
Shiba Inu mengalami penurunan 3,85% dalam 24 jam terakhir, turun hingga $0,00000464 sementara pasar kripto yang lebih luas mencatat kenaikan yang moderat. Penurunan ini mencerminkan adanya divergensi alfa yang signifikan dari Bitcoin, yang naik 0,66% pada jendela waktu yang sama. Aksi jual terutama dipicu oleh pemegang besar yang mengunci keuntungan setelah reli akhir pekan yang dramatis sebesar 35%, sementara tekanan sekunder dari penolakan teknis dan rotasi sektor turut memperburuk pergerakan turun. Data on-chain menunjukkan gambaran yang jelas tentang distribusi. Sekitar 835 miliar token SHIB mengalir ke bursa dalam satu periode 24 jam. Platform analitik Santiment mencatat 52 transaksi whale dalam satu hari, menandai tingkat aktivitas pemegang besar tertinggi sejak 31 Maret. Lonjakan pergerakan whale ini bertepatan dengan investor ritel yang masuk ke posisi di akhir reli, menciptakan skenario yang “tepat buku” ketika pelaku yang lebih canggih memanfaatkan pompa akhir pekan sebagai peristiwa likuiditas keluar. Cadangan di bursa secara bersamaan naik ke level tertinggi dalam dua minggu, mengonfirmasi bahwa tekanan jual semakin menguat saat token berpindah dari dompet pribadi ke platform perdagangan.
OFFICIAL TRUMP Turun 3,93% saat Kecemasan The Fed Menggenggam Pasar Kripto
OFFICIAL TRUMP turun 3,93% dalam 24 jam terakhir, menetap di $1,53 saat pasar mata uang kripto yang lebih luas melemah di bawah beban ketidakpastian makroekonomi. Kinerja token yang tertinggal muncul di tengah meningkatnya sikap waspada terhadap risiko, dengan para trader mengurangi posisi spekulatif menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang sangat dinantikan, dijadwalkan pada 28 dan 29 Juli. Bitcoin, acuan pasar, tergelincir 2,08%, sementara total kapitalisasi pasar kripto menyusut 2,27%, sehingga menggambarkan dengan jelas suasana risk-off yang menyapu aset digital.
Apa Arti Penutupan BitMart bagi Pengguna Bursa Kripto
BitMart, bursa kripto global terkemuka, sedang memulai penutupan bertahap platform perdagangannya. Penutupan terstruktur ini akan mengakhiri seluruh perdagangan spot dan futures pada akhir Agustus 2026. Perusahaan telah menghentikan pendaftaran pengguna baru, setoran, serta penempatan pesanan baru. Selain itu, bursa ini berencana untuk sepenuhnya menghentikan seluruh aktivitas perdagangan pada 26 Agustus 2026, sambil tetap mengizinkan pengguna menarik dana mereka hingga Januari 2027. Setelah pengumuman tersebut, BitMart Token asli mengalami penurunan harga yang signifikan, turun lebih dari empat puluh persen dalam satu hari dan mengalami kerugian yang lebih dalam dibandingkan puncak sebelumnya. Pelanggan kini harus memprioritaskan penutupan posisi terbuka mereka dan menebus aset apa pun yang terkait dengan produk staking, lending, atau earn. Sangat penting bagi pengguna untuk menarik dana mereka jauh sebelum batas operasional akhir. Pihak bursa menegaskan bahwa stafnya tidak akan pernah meminta kata sandi, kunci privat, atau frasa pemulihan, dan juga tidak akan meminta pembayaran untuk mempercepat penarikan. Pengguna perlu menyadari bahwa pemeriksaan kepatuhan yang ditingkatkan dapat memperlambat proses penarikan, dan mereka yang memegang token yang terutama terdaftar di platform ini menghadapi risiko likuiditas tambahan karena arena perdagangan menghilang.
Tinjauan yang Berhati-hati Bersifat Bearish untuk Kripto di Tengah Hambatan Regulasi dan Teknis
Pasar mata uang kripto telah mengalami penurunan yang signifikan, turun 1,21 persen menjadi total valuasi 2,22 triliun dolar selama 24 jam terakhir. Pergerakan ke bawah ini terutama didorong oleh aksi jual makroekonomi yang secara besar-besaran diperparah oleh kekhawatiran keamanan yang spesifik pada sektor tertentu. Ruang aset digital saat ini menunjukkan korelasi yang mencolok sebesar 96 persen dengan S&P 500, menyoroti sensitivitas bersama terhadap suku bunga dan kondisi likuiditas yang lebih luas. Pemicu utama kemunduran ini berasal dari penurunan tajam pada saham Amerika Serikat, yang kemudian dengan cepat diperparah oleh lebih dari 35 juta dolar dalam eksploitasi jembatan (bridge) pada keuangan terdesentralisasi. Pelanggaran keamanan ini memicu sentimen risk-off yang meluas di seluruh ekosistem aset digital. Tekanan sekunder muncul dari kelemahan teknis di dekat level-level resistensi kunci, di samping lonjakan mendadak pada likuidasi long yang dimanfaatkan dengan leverage. Bitcoin saja mencatat hampir 50 juta dolar posisi long yang dilikuidasi dalam satu hari, sehingga mempercepat momentum penurunan.
Setengah Miliar Dolar Dalam Bitcoin Keluar dari Binance Saat Pasokan Pemegang Jangka Panjang Mencapai Rekor Tertinggi
Binance baru-baru ini mengalami penarikan besar-besaran sekitar sembilan ribu Bitcoin, senilai kira-kira lima ratus delapan puluh sembilan juta dolar, yang dipindahkan ke dompet pribadi dalam satu hari. Pergerakan signifikan ini menunjukkan arus keluar bersih Bitcoin terbesar dari bursa dalam beberapa bulan terakhir. Peristiwa tersebut menyoroti tren yang lebih luas tentang aset digital yang keluar dari platform perdagangan terpusat dan terkumpul di dompet penyimpanan jangka panjang. Meskipun pergeseran ini mengurangi pasokan likuid mata uang kripto, analis memperingatkan bahwa hal itu tidak secara otomatis menjamin reli harga yang segera.
The Beta Play: Bagaimana Reli Pasar yang Lebih Luas Mengangkat Dogecoin ke Level Baru
Dogecoin baru-baru ini mengalami kenaikan harga sebesar 2,15 persen untuk mencapai $0,0735 dalam periode 24 jam. Pergerakan ini sangat mirip dengan kenaikan 2,16 persen pada Bitcoin. Pendorong utama di balik tren kenaikan ini adalah reli pasar yang lebih luas akibat masuknya dana baru dari exchange traded fund (ETF) institusional dan meningkatnya optimisme terkait regulasi. Tidak ada katalis spesifik aset yang jelas diidentifikasi dalam data pasar terbaru untuk menjelaskan pergerakan yang terisolasi ini. Aksi harga ini menyoroti bahwa Dogecoin berfungsi sebagai aset ber-beta tinggi yang ikut terbawa gelombang pemulihan pasar yang lebih luas. Reli besar tersebut digerakkan oleh dua perkembangan institusional utama. ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat hari kelima berturut-turut arus masuk, dengan akumulasi total mencapai $727,25 juta. Secara bersamaan, muncul laporan bahwa Gedung Putih telah mencapai kesepakatan mengenai paket etika untuk Undang-Undang CLARITY yang pro kripto, yang secara signifikan meningkatkan sentimen pasar terkait kerangka regulasi di masa depan.
Analisis Harga PENGU: Katalis Ritel Mendorong Lonjakan 4,35 Persen dan Lonjakan Volume
Pudgy Penguins mengalami kenaikan harga yang signifikan sebesar 4,35 persen menjadi $0,00634 dalam 24 jam terakhir, mengungguli pasar kripto yang lebih luas yang bergerak naik secara moderat. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspansi ritel yang besar, khususnya peluncuran resmi boneka mewah Pudgy Penguins di toko Target di seluruh Amerika Serikat. Diumumkan pada 20 Juli, inisiatif ini menandai dorongan paling besar proyek tersebut ke ritel arus utama sejauh ini. Dengan menempatkan kekayaan intelektualnya di depan jutaan konsumen harian, proyek ini berhasil memvalidasi nilai mereknya jauh melampaui ruang tradisional NFT digital dan mendorong kesadaran arus utama yang nyata.