Investasi seharusnya tidak bergantung pada firasat atau hype. Untuk secara konsisten menemukan setup berkualitas tinggi, Anda perlu menggabungkan analisis fundamental dan teknikal. Jika Anda mengevaluasi saham baru, berikut tiga metrik penting yang harus Anda pahami: 👉 Rasio P/E (Price-to-Earnings): Ini adalah metrik fundamental yang membandingkan harga saham saat ini dengan laba per sahamnya. P/E yang tinggi bisa berarti saham tersebut terlalu mahal (atau pasar mengharapkan pertumbuhan besar), sementara P/E yang rendah sering kali menunjukkan permainan "value" yang undervalued. 👉 RSI (Relative Strength Index): Ini adalah indikator momentum teknikal yang mengukur kecepatan pergerakan harga dari 0 hingga 100. Umumnya, suatu aset dianggap "overbought" (sudah terlalu tinggi dan berpotensi terkoreksi) di atas 70 dan "oversold" (berpotensi memantul) di bawah 30. 👉 Volume Perdagangan: Pergerakan harga berarti sangat sedikit tanpa dukungan volume. Volume perdagangan yang tinggi saat breakout mengonfirmasi keyakinan pasar yang kuat, sementara lonjakan harga mendadak dengan volume rendah sering kali merupakan jebakan. Baca penjelasan lengkapnya.🤑#tradingtechnique
$DEXE menurutmu apakah proyek ini bisa kembali ke ATH? Secara pribadi, saya tidak berpikir begitu, tapi proyek ini masih bisa membuat beberapa pergerakan yang menarik. Proyek ini sudah melikuidasi saya berkali-kali sampai-sampai saya bahkan takut untuk mengambil posisi buy atau sell di DEXE 😅 Bagaimanapun, kawan-kawan, hati-hati ya ⚠️ #TradingCommunity $AAPLB
$DEXE menurutmu apakah proyek ini bisa kembali ke ATH-nya? Jujur, menurutku tidak, tapi proyek ini tetap bisa membuat beberapa pergerakan yang menarik. Proyek ini sudah melikuidasi aku berkali-kali sampai aku bahkan takut untuk mengambil posisi buy atau sell di DEXE 😅 Pokoknya, hati-hati ya guys ⚠️ #TradingCommunity $AAPLB