Bukan Kamis yang bergejolak—ini ETH yang meledak, naik 17% dan menarik BTC untuk menerobos.
BTC 69.264, menempel di puncak 24 jam 70.000.
70.000 adalah level psikologis bulat, juga titik lepas-beban (breakout) bagi posisi yang terjebak; pihak bearish menjaga di sini.
RSI 68 belum overbought, MACD membentuk golden cross, MA5 berada di atas MA20—bullish belum rusak.
Nilai transaksi BTC 1,911 miliar mendekati sekitar dua kali rata-rata volume terkini; harga naik dan volume bertambah—uang benar-benar masuk.
ETH 2.251, puncaknya di atasnya 2.334 (24 jam), RSI 72—overbought.
Nilai transaksi 1,64 miliar memang lebih kecil dari BTC, tapi persentase kenaikannya lebih dari dua kali BTC; seperti didorong oleh kontrak (liquidation/trampling), jadi tidak stabil.
BTC dengan posisi buy-the-dip di 64.166 sedang profit mengambang 8%, dan akan melakukan pengurangan (take profit sebagian) di 70.000.
ETH di posisi akumulasi 1.906 profit mengambang 18%, namun tekanan jual lebih berat.
2.100 adalah area biaya (cost basis) yang padat untuk ETH; baru disebut mereda/berakhirnya gelombang jika harga turun kembali ke sana.
66.500 adalah level retracement 0,618 dari lonjakan kali ini; jika tembus turun, akan memicu stop sebagian dari profit yang terkumpul.
Bullish belum rusak; volume juga meningkat. Kemungkinan paling besar, saat pembukaan harga pertama-tama akan naik (menyerang), dan jika tidak tembus 70.000, akan turun untuk cuci posisi (wash) dulu.
Saya berencana menunggu BTC pullback ke 67.800 untuk buy, stop loss di 66.500, target 70.000; setelah sampai target, saya kurangi separuh dulu.
Soal ETH yang sudah overbought, saya mengalah (mengakui risiko) dan tidak mengejar.
Apakah ini sekadar aksi sentimen atau benar-benar terobosan—saya masih belum melihat dengan jelas.
Sudah hampir pagi, sinyal yang aku tunggu belum juga datang.
Justru $ETH yang duluan menyala untuk menunjukkan ke aku; 2283, dalam 24 jam naik 19,31%, volume transaksi 14,64 miliar USDT.
Semakin ramai pergerakannya, semakin aku teringat satu kalimat.
Aku lupa baca di buku yang mana: trading dengan uang yang menganggur, dan trading dengan uang belanja hidup, adalah dua permainan yang benar-benar berbeda.
Kalau uang belanja hidup rugi, sewa rumah bulan depan jadi menggantung.
Kamu pakai apa untuk bertahan?
Satu kali koreksi, kamu harus potong rugi.
Karena orang yang tidak mampu kalah, gerakannya akan berubah bentuk.
Kalau sudah berubah bentuk, tinggal jadi sasaran dipukul.
Kalau kenaikan hari ini sejadi-jadinya pun, kalau modalmu adalah uang belanja hidup, itu tidak ada kaitannya dengan kamu.
Hanya uang menganggur yang punya hak untuk bicara soal bertahan, bicara soal stop loss, bicara soal mental.
Selesaikan dulu masalah ini, baru bahas teknis.
Setelah fajar, pindahkan posisi yang memengaruhi kehidupan.