$GUA Selalu, pikiran manusia lebih terpengaruh oleh kerugian daripada oleh keuntungan. Trader bisa saja meraih untung dari 9 transaksi dan merasa semuanya luar biasa, tetapi transaksi yang merugi tetap tinggal di benaknya dan mulai bertanya: mengapa aku rugi? Kalau saja aku tidak masuk... Kalau saja aku menunggu.... Dalam trading, ada 3 alasan utama: Kerugian terasa lebih menyakitkan daripada kebahagiaan meraih profit, bahkan jika total keuntungan jauh lebih besar. Kesombongan setelah serangkaian kemenangan membuat trader menganggap kerugian sebagai "kesalahan", bukan sebagai bagian yang wajar dari strategi. Melupakan hasil keseluruhan dan hanya fokus pada transaksi terakhir. Misalnya: jika kamu menang 9 transaksi × 10$ = +90$, lalu kalah 1 transaksi -10$, maka kamu tetap +80$. Jadi, transaksi yang merugi di sini bukan masalah; masalahnya adalah jika itu membuatmu mengubah strategi atau membalasnya dengan transaksi yang lebih besar. Trader profesional tidak hanya bertanya: "Kenapa transaksi ini rugi?" saja, tetapi bertanya: "Apakah semua 10 transaksi ini benar-benar mengikuti rencanaku? Dan apakah strategiku menguntungkan untuk kumpulan transaksi dalam skala besar?" Dan terkadang transaksi yang rugi adalah bukti bahwa strateginya sudah benar; karena setiap strategi yang nyata pasti memiliki kerugian. Yang penting, keuntungan dalam jangka panjang menutupinya.$BTC