Anak muda, pedangmu terlalu berat. Yang membebaninya bukanlah besi, melainkan dendam masa lalu yang kau pikul dan ketakutan akan hidup dan mati di masa depan. Kau selalu menoleh pada ikatan asmara yang telah kau putus, dan selalu mendongak menatap musuh-musuh tangguh yang belum kau kenal, tetapi justru lupa memandang pedang di tanganmu. Angin berembus, riak pun muncul; segala sesuatu menjadi terdistorsi. Yang kacau bukanlah dunia persilatan, melainkan hatimu. Jika hatimu tenang, satu tebasan ini akan menguasai seluruh dunia.$LSK