Baru-baru ini, inovator blockchain Vitalik Buterin dan pakar cryptocurrency lainnya mengatakan bahwa Bitcoin perlu melakukan lebih dari sekadar pembayaran. Buterin menekankan dalam percakapan Twitter Spaces minggu ini bahwa ada pelajaran penting yang bisa dipetik dari Ethereum dibandingkan dengan Bitcoin. Diskusi ini terutama berfokus pada masalah kecepatan transaksi dan skalabilitas Bitcoin yang lambat.
Masalah Penskalaan:
Salah satu masalah terbesar Bitcoin adalah kecepatan transaksinya yang lambat, sehingga mencegah pengguna mengirim dan menerima aset digital dengan cepat. Pendekatan penskalaan lapis kedua diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Vitalik Buterin, pencipta Ethereum, menyatakan bahwa ada banyak hal yang dapat dipelajari oleh Bitcoin terkait hal ini. Ethereum telah bereksperimen dengan berbagai solusi penskalaan di masa lalu untuk mengatasi masalah ini dan saat ini sedang dalam proses mengimplementasikan peningkatan terbarunya, EIP-4844. Dengan peningkatan ini, Ethereum akan mampu memproses 100,000 transaksi per detik. #ETH #Ethereum #BTC #vitalik $BTC $ETH
Solusi dan Kebijakan Penskalaan:
Buterin menyebutkan bahwa Bitcoin perlu fokus pada solusi penskalaan untuk menyelesaikan masalah penskalaannya. Dia secara khusus menyoroti perlunya opsi penskalaan seperti Plasma atau ZK Rollups, yang telah berhasil diuji pada Ethereum dan dapat menjadi contoh untuk Bitcoin. Buterin menyatakan preferensinya terhadap solusi berbasis ZK-snark dan memuji solusi seperti Optimisme dan Arbitrum.
Masalah Kebijakan:
Namun, bagi Buterin, masalah sebenarnya terletak pada kebijakan Bitcoin. Menurutnya, Bitcoin memiliki kebijakan yang aneh, dan dia merasa tidak sejalan dengan kebijakan tersebut. Pakar lain yang berpartisipasi dalam diskusi juga membahas masalah kebijakan Bitcoin dan menyatakan keprihatinan mereka terhadap masalah tersebut.
Keamanan dan Pasokan Terbatas:
Eric Wall mengajukan pertanyaan tentang model keamanan Bitcoin dan batas pasokan 21 juta. Buterin menyatakan bahwa masalah keamanan dapat diatasi dengan penurunan imbalan blok dan terbentuknya pasar biaya yang wajar. Dia juga menyebutkan bahwa Ethereum dan Bitcoin memiliki masalah dengan privasi lapisan-1 dan menghadapi tantangan dalam model konsensus terdesentralisasi.
Kesimpulan:
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyatakan bahwa Bitcoin memerlukan solusi penskalaan untuk melakukan lebih dari sekadar pembayaran. Dia juga menyampaikan kekhawatiran tentang masalah kebijakan Bitcoin. Pakar lain dalam diskusi tersebut mengungkapkan bahwa Bitcoin dapat belajar dari eksperimen Ethereum untuk memecahkan masalah penskalaannya. Diskusi ini dipandang sebagai langkah penting untuk pengembangan dan adopsi mata uang kripto.


