Perkenalan
Adopsi Cryptocurrency di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) telah mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir. Dengan iklim ekonomi yang mendukung dan populasi yang paham teknologi, negara-negara MENA telah muncul sebagai pemain kunci di pasar kripto global. Artikel ini menyelidiki faktor-faktor yang mendorong keberhasilan MENA dalam adopsi mata uang kripto, menyoroti negara-negara terkemuka di kawasan ini, dan mengkaji kekuatan pendorong di balik ekspansi industri ini.

Bangkitnya Cryptocurrency di MENA
Antara tahun 2021 dan 2022, MENA mengalami peningkatan transaksi kripto yang mengejutkan sebesar 48%, mengamankan 9.2% pangsa transaksi mata uang kripto global (menurut Chainalysis). Meningkatnya ketertarikan kawasan terhadap keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan teknologi blockchain telah memainkan peran penting dalam mendorong adopsi yang luar biasa ini. Berbeda dengan wilayah lain, negara-negara MENA menerapkan lebih sedikit pengawasan peraturan, sehingga menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menerapkan ekonomi digital yang terdesentralisasi.
Faktor-Faktor yang Mendorong Adopsi Kripto MENA
Tiga faktor utama berkontribusi terhadap posisi terdepan MENA dalam adopsi mata uang kripto. Pertama, dengan hampir 55% populasinya berusia di bawah 30 tahun, wilayah ini memiliki demografi yang melek teknologi dan ingin menerima inovasi keuangan seperti mata uang kripto. Kedua, revolusi sosial dan ekonomi yang sedang berlangsung di MENA, yang ditandai dengan distribusi pendapatan yang tidak adil dan tingginya tingkat pengangguran kaum muda, telah mendorong masyarakat untuk mencari instrumen keuangan alternatif. Terakhir, terdapat peningkatan kesadaran dan eksplorasi terhadap blockchain dan teknologi terdesentralisasi, seiring dengan upaya dunia usaha dan pemerintah untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan memperkuat posisi ekonomi mereka.
Negara MENA Terkemuka di Pasar Kripto
Indeks Adopsi Kripto Global 2022 dari Chainalysis menyoroti tiga negara MENA di antara 30 wilayah teratas berdasarkan tingkat adopsi. Turki mengamankan posisi ke-12, menyaksikan lonjakan adopsi kripto yang berkelanjutan. Maroko, di sisi lain, sedang merancang undang-undang kripto di bawah pengawasan bank sentralnya, Bank Al-Maghrib, untuk melindungi individu dari risiko perdagangan dan lebih mendorong adopsi. Selain itu, Dubai telah muncul sebagai pusat kripto, menarik baik startup maupun raksasa industri untuk memanfaatkan kebijakan dan peraturan pajak yang menguntungkan. Proyek lokal seperti Islamic Coin berada di garis depan, memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan alat keuangan inklusif dan sesuai syariah kepada populasi Muslim.
Kekuatan Pendorong dibalik Pertumbuhan Industri
Proyeksi menunjukkan bahwa pasar kripto global akan mengalami tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,9% selama tujuh tahun ke depan, mencapai nilai $12,1 miliar pada tahun 2030. Keunggulan MENA di pasar akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ini. Negara-negara Teluk, khususnya UEA, telah menunjukkan minat besar dalam menyambut pengusaha kripto dan blockchain dengan menawarkan nol pajak atas keuntungan mata uang kripto. Hasilnya, kawasan ini menyaksikan lonjakan startup kripto, blockchain, dan aset digital baru. Zona perdagangan bebas DMCC di UEA semakin memikat dunia usaha untuk melakukan relokasi dan berinvestasi pada teknologi aset digital seperti blockchain, yang diperkirakan akan mendorong keseluruhan belanja TI di kawasan ini setidaknya sebesar 3% pada tahun 2023.
Penutupan Pikiran
Ketika negara-negara MENA menganut konsep ekonomi yang sepenuhnya digital dan terdesentralisasi, kawasan ini akan terus menjadi pasar utama bagi industri aset digital. Populasi MENA yang paham teknologi, lingkungan peraturan yang mendukung, dan meningkatnya minat investor dan bisnis akan mendorong pertumbuhan lebih lanjut dalam adopsi mata uang kripto sepanjang tahun 2023 dan seterusnya. Ketika wilayah ini berkembang menjadi pusat kripto yang berkembang, potensi solusi inovatif berbasis blockchain dan penciptaan instrumen keuangan yang sesuai dengan syariah, seperti Islamic Coin, akan berkontribusi pada masa depan yang sejahtera bagi seluruh wilayah.
