Artikel ini secara singkat:

· Jaksa Korea Selatan mengatakan sebagian besar bukti dan rekan Terra dalam kasus ini berada di Korea Selatan.

· Jika terbukti bersalah, Do Kwon menghadapi hukuman lebih dari 40 tahun penjara.

· Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang berdebat mengenai di mana Do Kwon harus diekstradisi untuk menghadapi dakwaan.

Ketika salah satu pendiri Terra, Do Kwon, menghadapi tuntutan pidana di banyak negara, jaksa penuntut Korea Selatan yakin bahwa mengadilinya di negara tersebut adalah cara terbaik untuk memastikan keadilan bagi para korban.

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Dan Sung-Han, jaksa penuntut utama dalam kasus ini, menjelaskan bahwa dia yakin investor akan menerima keadilan jika kasus ini dituntut di negara Asia.

Sebagian besar buktinya ada di Korea Selatan

Sebagian besar bukti dan rekanan utama Do Kwon terkait dengan Terraform Labs, menurut jaksa yang berbasis di Korea Selatan. Selain itu, jaksa mencatat, sebagian besar kejahatan terjadi di Korea Selatan.

Dia menambahkan: “Kami telah mengumpulkan sejumlah besar bukti terkait kasus TerraUSD, sebagian besar merupakan informasi yang tidak tersedia di Amerika Serikat.” Dan juga mengatakan bahwa regulator AS bersedia bekerja sama dengan lembaga-lembaga di negara-negara Asia.

Laporan tersebut muncul di tengah kemungkinan pertarungan ekstradisi antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang telah mengajukan tuntutan pidana terhadap pengusaha cryptocurrency tersebut atas perannya dalam runtuhnya stablecoin Terra UST.

Kwon dari Terra menghadapi hukuman lebih dari 40 tahun penjara

Dan mengatakan jika Kwon terbukti bersalah, dia bisa menghadapi hukuman penjara maksimal karena kejahatan keuangan. Artinya, pendiri Terra bisa divonis hukuman lebih tinggi dibandingkan hukuman 40 tahun penjara yang diberikan kepada pelaku kasus penipuan Optimus Asset Management tahun 2022.

Sementara itu, jaksa penuntut Korea Selatan telah mendakwa tujuh orang dengan berbagai tuduhan, termasuk pelanggaran undang-undang pasar modal dan penipuan. Jaksa mendakwa salah satu pendiri Terraform Labs Daniel Shin dan eksekutif lainnya.

Kwon tinggal di Montenegro

Kwon saat ini ditahan di Montenegro, di mana dia menghadapi tuduhan bepergian dengan dokumen palsu. Namun jika Korea Selatan mampu mengekstradisinya, ia juga akan menghadapi tuntutan hukum yang pasti.

Namun proses ekstradisi harus menunggu sampai pihak berwenang Montenegro menyelesaikan proses persidangan. Durasi proses ini masih belum pasti, mengingat potensi banding Do Kwon.

Sementara itu, para ahli yakin Korea Selatan dapat memenangkan ekstradisi Kwon karena negara tersebut merupakan pihak dalam perjanjian ekstradisi yang juga ditandatangani oleh Montenegro.