Mengapa #ai tidak akan merugikan #Metaverse , namun justru akan meningkatkannya.
Virtual Reality adalah trennya, lalu Augmented Reality, keduanya masih memperebutkan tempat di Web3, dan kini, AI telah melampaui semua indikator kesuksesan dan popularitas yang belum lama ini dimiliki Metaverse.
Namun konsep The Metaverse (yang masih jauh dari kata mati, cek artikel tentang topik ini), masih ada dan tentunya menjadi pertanyaan trending saat ini...
Apakah mereka musuh atau calon sekutu?

Mereka bukan hanya sekutu. Mereka pasangan yang sempurna. ๐
Tentu saja, ada banyak hal yang dapat dilihat dari kedua belah pihak dan skenarionya dapat berubah secara drastis, namun semuanya mengindikasikan bahwa hal tersebut akan saling memberdayakan.
Mari kita tinjau hubungan yang akan datang dan tidak bisa dihindari ini.
AI telah menjadi benih dari konsep metaverse itu sendiri. Mengapa kini terpikir harus terjadi perceraian di antara mereka? ๐ค
Sebaliknya, AI adalah lingkungan teknologi yang memungkinkan Metaverse berkembang lebih cepat dari sebelumnya. ๐
Berikut beberapa poin AI+Metaverse sebagai kombinasi unggulan: ๐
Aset, Alat, dan Pengembangan Lingkungan: Kami siap menghadapi dampak penuh dari AI generatif, yang berfokus pada pembuatan konten dari data yang ada dan terus berkembang. Kita berbicara tentang gambar, musik, animasi & video. Kita semua telah melihat kekuatan AI dalam menghasilkan konten semacam ini dari awal. Dengan panduan yang tepat, ruang-ruang berbeda dalam metaverse akan berkembang lebih cepat dalam pengembangan item ini sehingga memberi mereka identitas mereka sendiri.

Semua ini juga akan berkembang dalam autogenerasi dan evolusi kreativitas yang konstan, yang merupakan bagian mendasar dari lingkungan yang selalu berubah seperti The Metaverse.
NPC dan Interaksi dengan lingkungan: Salah satu kegunaan AI yang paling kuat saat ini adalah bantuan melalui teks atau suara. Salah satu tantangan terbesar metaverse, ketika istilah ini melibatkan penggunaan Extended Reality (virtual atau campuran) adalah kontrol antarmuka. Dari aplikasi perangkat keras, koneksi dengan kehidupan nyata sehari-hari, hingga beberapa bahasa yang dipelajari AI dan dapat diterapkan di seluruh pengalaman Metaverse seperti game tanpa harus mengganti setiap teks atau suara di setiap bahasa.
Terlebih lagi, para NPC terkenal yang selama ini selalu bertugas (dengan keterbatasannya) untuk menaturalisasi skenario dan melihat kehidupan di lingkungan, kini kecerdasan para NPC tersebut bisa mencapai titik yang hampir tidak bisa dibedakan dengan manusia.

Terakhir, AIOps.
Dengan dimasukkannya AIOps, pembelajaran mesin, data besar, dan sumber daya analitik dapat bergabung dalam kesatuan teknologi ini, untuk mengumpulkan dan mengagregasi sejumlah besar data yang dihasilkan oleh infrastruktur TI, Aplikasi, dan aplikasi pemantauan, mengidentifikasi pola seputar kinerja dan ketersediaan sistem, memecahkan insiden atau menginformasikan kepada pihak yang bertanggung jawab sehingga merekalah yang mengambil keputusan berdasarkan data.
Sangat besar. Cukup besar. Pasangan yang sempurna.
Ini hanyalah petunjuk tentang kombinasi AI+Metaverse yang tak terbatas dalam kolaborasi mereka.
Masih banyak lagi yang belum diketahui. Kita lihat saja...
--------------------------------
*Ditulis oleh Matias Calzada untuk Xave World Academy di #Binance Feed