Menurut Larry Lepard, Managing Partner di perusahaan manajemen investasi Equity Management Associates yang berbasis di Boston, akhir era dolar mungkin menjadi awal dari masa keemasan Bitcoin.
Seperti yang dilaporkan The Daily Hodl, pada tanggal 10 April, Lepard memperkirakan dalam sebuah wawancara dengan Kitco News bahwa dolar AS akan runtuh dalam dekade berikutnya. Keruntuhan ini, menurutnya, akan mendongkrak harga Bitcoin secara signifikan.
Lepard menyebutkan bahwa ketika masyarakat semakin sadar akan depresiasi dolar, mereka akan tertarik pada aset seperti Bitcoin, emas, dan properti. Dia menunjukkan keunggulan utama yang dimiliki Bitcoin dibandingkan emas—persediaannya terbatas yaitu 21 juta koin. Menurut Lepard, kelangkaan ini akan menjadi inti kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang.
Dia menjelaskan, “Jika Bitcoin mencapai $100,000 besok, tidak akan ada lagi Bitcoin yang dibuat.” Karena semakin banyak orang memilih Bitcoin sebagai alat tabungan, Lepard yakin harganya akan terus meningkat, berpotensi mencapai $100,000, kemudian $1 juta, dan pada akhirnya mencapai $10 juta per koin.
Meskipun Lepard mengakui bahwa perjalanan Bitcoin akan bergejolak, dengan penurunan yang signifikan di sepanjang perjalanannya, dia tetap yakin dengan teknologi dan kesuksesan jangka panjangnya.
Namun, ia mengidentifikasi pemerintah sebagai hambatan potensial. Mereka mungkin memperlambat kemajuan Bitcoin dengan mempersulit masuk dan keluar dari pasar kripto dan mengenakan pajak keuntungan modal yang lebih tinggi.
Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Lepard yakin tindakan seperti itu akan menunjukkan keberadaan Bitcoin yang bertahan lama dan memperkuat posisinya sebagai mata uang masa depan.
