Penulis keuangan terkenal Robert Kiyosaki telah memperingatkan dengan tajam tentang keruntuhan ekonomi yang akan datang, dan mendesak investor untuk bersiap menghadapi masa-masa penuh gejolak. Dengan lebih dari 2,5 juta pengikut media sosial di platform X, Kiyosaki memperkuat pesannya tentang kehati-hatian finansial, dengan mengutip faktor-faktor seperti kebijakan pengetatan Federal Reserve dan meningkatnya kemungkinan kegagalan bank.

Prediksi krisis ekonomi

Kiyosaki, yang terkenal karena buku terlarisnya “Rich Dad Poor Dad,” memperkirakan bahwa langkah-langkah pengetatan yang diterapkan oleh Federal Reserve akan memicu resesi, yang berpotensi menyebabkan kegagalan bank lebih lanjut. Berdasarkan pengalaman dan wawasannya, ia menekankan pentingnya menjaga keuangan pribadi di tengah krisis yang mengancam.

Mengingat antisipasi penurunan ekonomi, Kiyosaki menganjurkan untuk berinvestasi pada aset yang secara historis berfungsi sebagai penyimpan nilai selama masa krisis. Pilihan utamanya termasuk emas, perak, dan Bitcoin (BTC), aset digital andalan. 

Menurut Kiyosaki, aset-aset ini dapat berfungsi sebagai “parasut” finansial untuk memastikan kelancaran investor di tengah gejolak perekonomian dunia yang sedang terpuruk.

Bitcoin sebagai lindung nilai

Kiyosaki telah lama mendukung Bitcoin, dengan alasan potensinya untuk melakukan lindung nilai terhadap kelemahan mata uang fiat dan tindakan bank sentral dan lembaga keuangan. Dengan melakukan diversifikasi ke Bitcoin, dia yakin investor dapat memitigasi risiko yang terkait dengan mata uang tradisional dan melindungi kekayaan mereka dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan pada $45,287, mencerminkan peningkatan 1.53% selama 24 jam terakhir. Kinerja yang stabil di tengah fluktuasi pasar ini menggarisbawahi ketahanannya sebagai pilihan investasi pilihan bagi individu yang ingin melakukan lindung nilai terhadap potensi dampak buruk dari sistem keuangan tradisional.