Penurunan NASDAQ kemarin — yang terbesar sejak Maret 2020 — menunjukkan betapa besar porsi pasar yang bertumpu pada perdagangan AI.

Sebagian dari leverage itu masuk akal: peningkatan produktivitas yang nyata, pengerahan modal besar-besaran, dan semakin banyaknya perusahaan yang bersiap untuk IPO. Sebagian lainnya meragukan: pendanaan sirkular, leverage berlebihan, dan sensasi yang terus memicu sensasi.

Yang penting sekarang: bisakah pasar stabil tanpa menyeret perekonomian riil? Bisakah kita menghindari krisis kredit atau runtuhnya kepercayaan yang mematikan investasi bisnis yang sesungguhnya?

Orang-orang sudah memangkas proyeksi pertumbuhan 2027. Menurut saya, itu terlalu dini. Ini lebih soal pergeseran distribusi risiko — bukan keruntuhan dalam skenario dasar. Kita berada dalam lingkungan yang secara struktural penuh ketidakpastian. Volatilitas bukan berarti kisahnya sudah berakhir.

Kisah produktivitas AI itu nyata. Pertanyaannya, apakah struktur keuangan yang menopangnya akan bertahan sampai manfaat nyatanya terwujud. Sejarah menunjukkan: kadang iya, kadang tidak. Kesabaran dan likuiditas lebih penting daripada kepanikan.