41 perusahaan, 4 orang. Sanksi kali ini bukan menyasar para bos, melainkan orang-orang yang memegang uang untuk mereka 🦖

📣 盘面异动群里喊

Pada 6 November, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap 4 individu dan 41 entitas yang terkait dengan organisasi kriminal transnasional Prince Group.
Nama-nama dalam daftar itu adalah Qiu Yong, Zhao Mengyao, He Yujing, dan Pang Weizhi. Di balik keempat orang ini terbentang jaringan perusahaan cangkang lepas pantai.
Pernyataan Departemen Keuangan cukup lugas: sanksi ini menargetkan tindakan menyembunyikan aset dan menghindari sanksi sebelumnya melalui perusahaan lepas pantai, pengaturan kepemilikan atas nama pihak lain, dan perusahaan afiliasi.

Qiu Yong dituduh mewakili Prince Group dalam mengendalikan sejumlah perusahaan di Kepulauan Virgin Britania Raya dan Hong Kong.
Zhao Mengyao adalah asisten pribadinya.
He Yujing adalah istri Chen Bo, eksekutif Prince Group yang sebelumnya dikenai sanksi. Chen Bo mengalihkan kepemilikan rumah mewahnya di Tokyo atas nama He.
Pang Weizhi mengendalikan 11 perusahaan di Kamboja.
4 orang, 41 entitas, 11 perusahaan di Kamboja, ditambah sederet alamat terdaftar di Kepulauan Virgin Britania Raya dan Hong Kong—itulah seluruh kerangka jaringan kepemilikan atas nama orang lain ⚖️

Putaran sanksi sebelumnya menyasar nama, sedangkan putaran kali ini menyasar hubungan.
Setelah para bos dimasukkan ke dalam daftar, aset tidak menghilang—hanya berganti pemilik.
Bisa beralih ke asisten, pasangan, atau perusahaan tanpa kegiatan usaha.
Karena itu, informasi penting dalam daftar ini bukanlah 4 orangnya, melainkan 41 entitasnya.
Daftar ini menunjukkan bagaimana uang dipecah dan disembunyikan: properti, saham, posisi direktur—berlapis-lapis.

Kaitannya dengan dunia kripto muncul dalam pengumuman lain pada hari yang sama.
Departemen Keuangan juga menjatuhkan sanksi kepada seorang warga Malaysia bernama Chui Kok Wa. Ia dituduh mengorganisasi penipuan aset digital di Madagaskar dan menipu korban di AS hingga lebih dari 400.000 dolar AS.
Kompleks penipuan, penipuan telekomunikasi, aset digital—ketiga istilah ini muncul dalam dokumen yang sama. Regulator kini menganggapnya sebagai satu rantai aliran dana 💸

Bagi departemen kepatuhan bursa, daftar ini adalah instruksi pembekuan.
Namun, bagi jaringan yang dikenai sanksi, gerbang sesungguhnya ada di blockchain.
Daftar itu mencantumkan perusahaan dan nama, tetapi tidak mencantumkan alamat.
Selama uang masih bisa ditukar menjadi stablecoin, pemblokiran di atas kertas hanya memblokir nama.
Itulah sebabnya premi pasar OTC sempat naik setiap kali sanksi dijatuhkan: ada yang terburu-buru mengganti nama mereka dengan aset anonim ⚠️

Pengingat bagi masyarakat umum lebih sederhana.
Jika seseorang menawarkan harga yang jauh di atas harga pasar untuk membeli USDT-mu dan meminta kamu mentransfer koin terlebih dahulu, kemungkinan besar ia bukan sedang menawarkan keuntungan, melainkan mencari jalan keluar untuk dirinya sendiri.
Semakin panjang daftar sanksi, semakin banyak pihak lawan transaksi dengan premi tinggi seperti ini.

Pernahkah ada orang di sekitarmu bertemu perantara yang menawarkan harga tinggi untuk membeli USDT? Ceritakan di kolom komentar.

Ketuk avatar untuk menonton siaran langsung.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti isu terkini seputar regulasi kripto—bukan hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀