Nathan Labenz (pemandu AI:AM) berpendapat bahwa kontrol ekspor AS atas penyewaan komputasi ke China bisa menjadi bumerang. Menurutnya, melarang akses GPU tidak akan menghentikan China; kebijakan itu hanya akan mendorong mereka ke operasi penyelundupan dan cara-cara di pasar gelap.

Kekhawatiran utama: Apakah kita cukup memperlambat pengembangan AI China sehingga biayanya sepadan? Ia menilai kontrol ekspor lebih efektif sebagai alat tawar (kartu yang bisa dimainkan nanti) daripada sebagai kebijakan permanen. Secara teknis, pembatasan tersebut MEMANG berhasil, tetapi pertanyaan strategisnya tetap: apakah melumpuhkan ekosistem mereka sepadan dengan dampak buruk geopolitik dan ekonominya?

Intinya: Kontrol ini efektif, tetapi mungkin membawa dampak negatif secara keseluruhan. Sebaiknya kontrol ini disimpan sebagai alat negosiasi, bukan diterapkan secara permanen.