Saham operator pusat data Australia NextDC melonjak lebih dari 40 persen pada Kamis pagi setelah Goodman Group dan Digital Realty bergerak untuk mengakuisisi saham di perusahaan tersebut. Kedua entitas itu berupaya membeli ekuitas hingga 9,9 persen melalui bookbuild pasar sekunder yang dilakukan pada Rabu. NextDC mengonfirmasi detailnya dalam pengajuan kepada regulator, dengan menyebutkan bahwa harga pembelian saham yang diusulkan adalah 9,50 dolar Australia per lembar, menyusul pendekatan awal dari calon pembeli.

Menurut pengajuan kepada regulator yang dirilis pada hari yang sama, dewan NextDC secara resmi menyebut upaya akuisisi tersebut sebagai tindakan oportunistis. Pimpinan perusahaan menunjukkan bahwa langkah itu dilakukan dua minggu setelah perusahaan mengungkap kendala operasional berupa keterlambatan pasokan listrik di pusat data M3 Melbourne. Menyusul keterlambatan tersebut, NextDC merevisi panduan tahun fiskal 2027, menciptakan latar belakang operasional spesifik yang menjadi konteks bagi Goodman Group dan Digital Realty saat meluncurkan pembelian saham mereka.

NextDC menyatakan dalam pengajuannya bahwa pihaknya masih belum mengetahui hasil pembelian saham di pasar sekunder. Sementara itu, Goodman Group dan Digital Realty memberi tahu investor bahwa saat ini mereka tidak berniat mengajukan tawaran pengambilalihan resmi terhadap operator pusat data Australia tersebut. Namun, kedua perusahaan secara tegas mempertahankan hak untuk mengajukan tawaran pengambilalihan di masa mendatang, sehingga tetap memiliki fleksibilitas strategis setelah berupaya memperoleh kepemilikan awal hingga 9,9 persen dengan harga 9,50 dolar Australia per saham.

Kenaikan tajam saham NextDC sangat kontras dengan kinerja saham perusahaan pusat data Amerika Serikat semalam. Saat operator Australia itu mencatat kenaikan harga saham yang signifikan pada Kamis, saham perusahaan pusat data Amerika mengalami aksi jual besar pada sesi perdagangan Rabu. Pelemahan semalam di pasar Amerika Serikat menyoroti perbedaan pola kinerja antara perusahaan Australia tersebut dan perusahaan infrastruktur digital sejenis di Amerika Utara.

Kerugian pasar di Amerika Serikat dipimpin oleh penurunan signifikan saham sejumlah operator pusat data utama pada sesi Rabu. Saham CoreWeave turun sekitar 9 persen, sedangkan saham Iren merosot sekitar 11,2 persen pada periode perdagangan yang sama. Penurunan harga saham yang tajam tersebut mencerminkan tekanan jual yang lebih luas di sektor pusat data Amerika Serikat, sangat kontras dengan minat beli yang mendorong saham NextDC naik lebih dari 42 persen di Australia pada Kamis.

Aksi jual saham perusahaan pusat data Amerika Serikat terjadi setelah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela AS. Hasil politik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar akan pengawasan yang lebih ketat dan kemungkinan pembatasan pembangunan pusat data. Investor khawatir bahwa peningkatan pengawasan regulasi setelah kemenangan pemilu itu dapat memperlambat pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan, sehingga mendorong penurunan saham Amerika semalam meskipun NextDC melonjak karena minat pengambilalihan.

#DataCenters

#MergersAndAcquisitions