133 juta dolar AS dipindahkan dari rekening milik sebuah bank Prancis sendiri 🏦
Pada 4 November, Crédit Mutuel Arkéa, bank Prancis, secara terbuka mengonfirmasi bahwa rekening perusahaan mereka diserang secara siber. Uang itu disamarkan sebagai transfer biasa, lalu dipindahkan dan ditukar menjadi mata uang kripto melalui platform khusus.

🚨 行情变了群里说

Detektif blockchain ZachXBT sudah menyebut nama bank ini sejak 2 November. Ia memperkirakan kerugiannya lebih dari 133 juta dolar AS. Bank hanya mengakui bahwa perkiraan besarnya sesuai, tetapi menolak memberikan angka pastinya.

Hal yang paling tidak terduga di sini adalah uang nasabah tidak berkurang sedikit pun.
Dalam pernyataannya, bank menjelaskan dengan gamblang bahwa aset nasabah tidak terdampak. Insiden ini sudah dikendalikan dan hanya menyebabkan penundaan pada sebagian transfer.
Artinya, uang yang hilang bukan milik nasabah ritel, melainkan uang bank itu sendiri.

Bagaimana uangnya bisa keluar?
Uang yang dipindahkan terlebih dahulu ditukar menjadi mata uang kripto lewat platform khusus. USDC yang dipindahkan lebih dulu, kemudian ditukar menjadi Ethereum. Di tengah proses, uang itu melewati dua platform penukaran instan. Sebagian ditukar menjadi Monero, sedangkan sisanya dipindahkan lintas blockchain 🐋
ZachXBT mengatakan serangan berlangsung selama beberapa hari dan mungkin juga melibatkan perdagangan over-the-counter (OTC), sehingga angka akhirnya bisa terus bertambah.
Bank mengakui sebagian dana berhasil diblokir, tetapi tidak menyebutkan berapa banyak yang berhasil ditahan.

Yang lebih menarik, kali ini pelakunya mungkin bukan Korea Utara.
ZachXBT mengatakan ia sangat yakin para penyerang tidak terkait dengan kelompok Lazarus.
Selama dua tahun terakhir, hampir semua pencurian dari bursa kripto dikaitkan dengan Korea Utara. Jika kali ini memang dilakukan kelompok lain, berarti metode ini sudah ditiru dan bukan lagi monopoli satu organisasi 🦖

Perbandingan skalanya juga mencolok.
Bank ini memiliki 12.000 karyawan, 5,8 juta nasabah, dan total aset sebesar 211,5 miliar euro, setara dengan 238,1 miliar dolar AS.
133 juta dolar AS hanya sekitar enam per sepuluh ribu dari total asetnya. Jumlah itu tidak cukup untuk melumpuhkan bank, tetapi menunjukkan satu hal:
Celah antara transfer mata uang fiat dan penukaran kripto jauh lebih tipis daripada brankas bank.

Menurut saya, inti kasus seperti ini sama sekali bukan besarnya uang yang dicuri.
Risiko sebenarnya ada di jalur keluarnya: platform penukaran instan, loket OTC, jembatan lintas blockchain, dan Monero. Jika salah satu dari empat jalur ini tidak bekerja sama dengan penegak hukum, uangnya bisa lenyap tanpa jejak.
Selanjutnya, regulator kemungkinan besar akan menindak platform penukaran instan dan layanan pencampur kripto. Bank juga akan terpaksa menjadikan pemeriksaan mitra transaksi di sisi kripto sebagai persyaratan wajib.

Bagi orang biasa, pelajaran dari kejadian ini sangat jelas.
Mata uang fiat yang kamu simpan di bank dan aset yang kamu simpan di blockchain kini sama-sama menghadapi jalur serangan yang sama. Hanya saja, bagian terakhirnya menggunakan jalur keluar yang berbeda.
Begitu bank mulai memperketat transfer mencurigakan, proses setor dan tarik dana di sisi kripto hanya akan makin lambat dan mahal.

Menurutmu, siapa yang akan menjadi sasaran berikutnya: bank atau bursa kripto? Yuk, bahas di kolom komentar 👀

Setiap hari, saya mengajakmu mengikuti kabar terbaru seputar keamanan kripto. Bukan cuma melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀

Klik foto profil untuk menonton siaran langsung