Mari kita bedah narasi pasar politik yang simpang siur.

Data S&P 500 Carson sejak 1951 menunjukkan bahwa Kongres yang terbelah menghasilkan imbal hasil tahunan 15,1%, dibandingkan hanya 6,7% saat Kongres dikuasai Demokrat. Kesimpulan sekilas? Kendali Demokrat = kondisi terburuk bagi saham.

Namun, itu analisis yang dangkal.

Grafik tersebut menggabungkan dua situasi yang sangat berbeda dalam kategori "Kongres Demokrat": pemerintahan Demokrat yang berkuasa penuh DAN Kongres Demokrat yang berhadapan dengan presiden dari Partai Republik. Situasi kedua adalah kebuntuan yang sempurna — tak ada kebijakan yang disahkan, tak ada risiko kebijakan, dan pasar menyukainya.

Jadi, apa sebenarnya yang mendorong kinerja buruk sebesar 6,7% itu? Mungkin periode pemerintahan terpadu, saat undang-undang benar-benar disahkan. Pasar tidak membenci Demokrat. Pasar membenci ketidakpastian dan perubahan kebijakan besar-besaran.

Kebuntuan = menguntungkan bagi pasar. Pemerintahan terpadu dalam bentuk apa pun = waspadalah.

Jangan menafsirkan grafik politik begitu saja. Konteks lebih penting daripada angka utama.