🇺🇸🇮🇷 UEA mengatakan sedang bersiap menghadapi skenario TERBURUK saat Trump mengancam akan melancarkan serangan kembali ke Iran, sementara para diplomat berpacu mencegah perang kembali berkobar.
Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden UEA Mohammed bin Zayed, mengatakan negara-negara Teluk berharap ada terobosan diplomatik, tetapi tetap “bersiap menghadapi yang terburuk.”
Peringatan itu disampaikan saat utusan Iran tiba di Qatar untuk melanjutkan perundingan, setelah mediasi di Teheran selama lebih dari 12 jam pada awal pekan ini.
Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam dua hari setelah tercapainya kesepakatan. Namun, Teheran menuntut keringanan sanksi, akses ke dana yang dibekukan, pengurangan pengerahan militer Amerika Serikat, serta diakhirinya pertempuran di Lebanon.
Sementara itu, Trump mengatakan Amerika Serikat masih memiliki “satu atau dua” target Iran yang harus ditangani. Ia juga mengklaim pasukan Amerika dapat menyerang lokasi nuklir Iran yang tersisa hanya dalam 10 menit.
Washington menegaskan bahwa perundingan masih terbuka, sementara Marco Rubio mengatakan Trump belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan baru.
Bagi UEA, yang juga menjadi sasaran selama perang yang dimulai pada Februari, konfrontasi lain bisa menjadi bencana, terutama karena Iran kini memperingatkan akan menggunakan senjata 'kejutan' untuk menyerang Amerika Serikat.
Sumber: South China Morning Post
Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden UEA Mohammed bin Zayed, mengatakan negara-negara Teluk berharap ada terobosan diplomatik, tetapi tetap “bersiap menghadapi yang terburuk.”
Peringatan itu disampaikan saat utusan Iran tiba di Qatar untuk melanjutkan perundingan, setelah mediasi di Teheran selama lebih dari 12 jam pada awal pekan ini.
Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam dua hari setelah tercapainya kesepakatan. Namun, Teheran menuntut keringanan sanksi, akses ke dana yang dibekukan, pengurangan pengerahan militer Amerika Serikat, serta diakhirinya pertempuran di Lebanon.
Sementara itu, Trump mengatakan Amerika Serikat masih memiliki “satu atau dua” target Iran yang harus ditangani. Ia juga mengklaim pasukan Amerika dapat menyerang lokasi nuklir Iran yang tersisa hanya dalam 10 menit.
Washington menegaskan bahwa perundingan masih terbuka, sementara Marco Rubio mengatakan Trump belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan baru.
Bagi UEA, yang juga menjadi sasaran selama perang yang dimulai pada Februari, konfrontasi lain bisa menjadi bencana, terutama karena Iran kini memperingatkan akan menggunakan senjata 'kejutan' untuk menyerang Amerika Serikat.
Sumber: South China Morning Post
