🇺🇸🇮🇷 Iran telah memaparkan syarat-syaratnya untuk membuka kembali Selat Hormuz, menuntut pelonggaran sanksi, pengurangan pasukan Amerika di kawasan tersebut, dan penghentian pertempuran di semua front, termasuk Lebanon.

Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa proposal Teheran saat ini merupakan satu-satunya rencana yang sedang dipertimbangkan untuk memulihkan pelayaran melalui selat tersebut.

Qatar awalnya mengusulkan pengurangan masa pelaksanaan menjadi lima hari, tetapi negosiasi kini menghasilkan proposal yang akan memangkasnya menjadi hanya dua hari.

Namun, Teheran menetapkan syarat-syarat penting untuk setiap kesepakatan.

Syarat-syarat tersebut mencakup pencabutan sanksi yang diberlakukan setelah nota kesepahaman Islamabad, pemulihan pengecualian bagi ekspor minyak Iran, serta pencairan semua dana Iran yang dibekukan, termasuk yang disimpan di Qatar.

Iran juga menuntut pengakuan atas rute pelayaran baru yang dibentuk bersama Oman melalui Selat Hormuz, sementara semua rute lainnya ditutup.

Mengenai isu nuklir, Araghchi mengonfirmasi bahwa para mediator telah mengajukan proposal yang kini sedang dipelajari Iran sebagai bagian dari tahap kedua negosiasi.

Perkembangan terbaru ini menyusul pembicaraan yang dimediasi Qatar selama lebih dari 12 jam di Teheran kemarin, dengan upaya diplomatik berlanjut di Doha hari ini ketika Washington dan Teheran berupaya mencapai kesepakatan sebelum pemilu paruh waktu.

Sumber: Reuters, Al Jazeera