Binance Mengonfirmasi Insiden Hot Wallet Senilai $6,3 Miliar, Pengguna Akan Ditanggung Sepenuhnya
Binance telah mengonfirmasi insiden keamanan serius yang melibatkan penarikan tanpa izin dari hot wallet-nya. Menurut Pembaruan Insiden Keamanan Resmi #2, serangan terjadi sekitar pukul 04.05 (UTC+8) pada 30 Oktober 2026, yang mengakibatkan hilangnya aset token senilai sekitar $6,3 miliar.
Binance menyatakan bahwa kerugian akan ditanggung oleh perusahaan, bukan pengguna, dan akan sepenuhnya ditutup melalui Secure Asset Fund for Users (SAFU) serta dana perusahaan sendiri. Binance telah menyisihkan lebih dari $6,34 miliar, dengan aset token terkait senilai lebih dari $5 miliar yang sudah tersedia — sekitar 80% dari jumlah yang dicuri — termasuk USDC, USDT, BTC, ETH, dan BNB. Sisa token sedang dibeli melalui pasar dan kanal over-the-counter.
Binance juga menyatakan bahwa aset senilai sekitar $3 miliar sejauh ini telah dibekukan secara on-chain. Perusahaan bekerja sama dengan penegak hukum, perusahaan intelijen blockchain, penerbit aset, dan mitra industri untuk melacak serta memulihkan dana tersebut.
Penarikan ditangguhkan sementara untuk pemeriksaan keamanan tambahan, sementara setoran dan layanan lain yang tidak terdampak tetap beroperasi normal. Binance menyatakan bahwa penarikan akan dilanjutkan secara bertahap, token demi token, dengan target sesuai perkiraan waktu yang telah diumumkan sebelumnya, yaitu sekitar 34 jam, bergantung pada selesainya pemeriksaan keamanan.
Terkait transparansi, Binance berencana mengambil snapshot Proof of Reserves pertamanya dalam 12 jam dan memublikasikan hasilnya paling lambat Senin, 2 November 2026. Investigasi masih berlangsung, dan Binance menyatakan bahwa sejauh ini belum menemukan bukti bahwa kunci privat wallet telah disusupi.
Sumber: Pengumuman resmi Binance — https://www.binance.com/en/square/post/382966610455230
Menurut Anda, apa yang sebaiknya diprioritaskan setelah insiden seperti ini — memulihkan penarikan secepat mungkin atau menerbitkan laporan teknis lengkap terlebih dahulu? Bagikan pendapat Anda di bawah! 👇
Binance telah mengonfirmasi insiden keamanan serius yang melibatkan penarikan tanpa izin dari hot wallet-nya. Menurut Pembaruan Insiden Keamanan Resmi #2, serangan terjadi sekitar pukul 04.05 (UTC+8) pada 30 Oktober 2026, yang mengakibatkan hilangnya aset token senilai sekitar $6,3 miliar.
Binance menyatakan bahwa kerugian akan ditanggung oleh perusahaan, bukan pengguna, dan akan sepenuhnya ditutup melalui Secure Asset Fund for Users (SAFU) serta dana perusahaan sendiri. Binance telah menyisihkan lebih dari $6,34 miliar, dengan aset token terkait senilai lebih dari $5 miliar yang sudah tersedia — sekitar 80% dari jumlah yang dicuri — termasuk USDC, USDT, BTC, ETH, dan BNB. Sisa token sedang dibeli melalui pasar dan kanal over-the-counter.
Binance juga menyatakan bahwa aset senilai sekitar $3 miliar sejauh ini telah dibekukan secara on-chain. Perusahaan bekerja sama dengan penegak hukum, perusahaan intelijen blockchain, penerbit aset, dan mitra industri untuk melacak serta memulihkan dana tersebut.
Penarikan ditangguhkan sementara untuk pemeriksaan keamanan tambahan, sementara setoran dan layanan lain yang tidak terdampak tetap beroperasi normal. Binance menyatakan bahwa penarikan akan dilanjutkan secara bertahap, token demi token, dengan target sesuai perkiraan waktu yang telah diumumkan sebelumnya, yaitu sekitar 34 jam, bergantung pada selesainya pemeriksaan keamanan.
Terkait transparansi, Binance berencana mengambil snapshot Proof of Reserves pertamanya dalam 12 jam dan memublikasikan hasilnya paling lambat Senin, 2 November 2026. Investigasi masih berlangsung, dan Binance menyatakan bahwa sejauh ini belum menemukan bukti bahwa kunci privat wallet telah disusupi.
Sumber: Pengumuman resmi Binance — https://www.binance.com/en/square/post/382966610455230
Menurut Anda, apa yang sebaiknya diprioritaskan setelah insiden seperti ini — memulihkan penarikan secepat mungkin atau menerbitkan laporan teknis lengkap terlebih dahulu? Bagikan pendapat Anda di bawah! 👇
