Jaringan aset tertokenisasi terbesar keempat di dunia mendapat tiket masuk dari penerbit BUIDL milik BlackRock 🦖
📢 ⏰ 消息群里第一时间说
Pada 28 Oktober, di konferensi Meridian 2026 di Lisbon, platform tokenisasi Securitize mengumumkan dukungan untuk Stellar, blockchain publik yang diluncurkan pada 2017. Sebelumnya, platform ini hanya mendukung tiga jaringan: Ethereum, Solana, dan Avalanche. Securitize mengelola dana pasar uang tertokenisasi BUIDL milik BlackRock.
Ini bukan sekadar menambahkan satu jaringan lagi. Bagian tersulit dari tokenisasi bukanlah memindahkan aset ke blockchain, melainkan memastikan aset itu tetap bisa dikelola setelah berada di sana: dapat dibekukan, dan mampu memenuhi persyaratan kepatuhan ketika dana dalam jumlah besar masuk.
Jawaban Stellar: aset di blockchain bisa langsung dikonfigurasi dengan verifikasi identitas, klausul penebusan, dan penyaringan daftar sanksi. Ketiganya tertanam dalam token itu sendiri, bukan ditambal lewat sistem off-chain. Dana pasar uang tertokenisasi milik Franklin Templeton berada di jaringan ini, dan MoneyGram memindahkan uang di sana setiap hari 💼
Menurut CEO Securitize, Carlos Domingo, Stellar sudah menjadi ekosistem aset dunia nyata tertokenisasi terbesar keempat di dunia. Makna tersiratnya jelas: standar yang digunakan institusi untuk memilih jaringan sudah berubah. Tiga tahun lalu, yang diperhatikan adalah kapasitas transaksi dan biaya. Sekarang, yang diperhatikan adalah apakah jaringan itu bisa mendapatkan persetujuan dari tim hukum dan kepatuhan.
Ada satu detail lain yang mudah terlewatkan. Pada Juli tahun ini, Securitize sendiri melantai di Bursa Efek New York. Pada hari pertama, harga sahamnya sempat melonjak hingga 13,70 dolar AS. Pada saat yang sama, perusahaan itu memindahkan sahamnya sendiri senilai 295 juta dolar AS ke Solana dan Avalanche. Perusahaan yang bergerak di bidang tokenisasi itu lebih dulu menokenisasi dirinya sendiri—ini lebih meyakinkan daripada buku putih mana pun.
Menurut saya, inti berita ini bukan soal harga suatu blockchain akan naik atau tidak. Intinya, tokenisasi memasuki tahap kedua. Tahap pertama adalah mengubah dana dan saham menjadi token, dengan persaingan soal siapa yang paling cepat menerbitkannya. Tahap kedua adalah persaingan untuk melihat jaringan mana yang bisa diterima sekaligus oleh bank kustodian, auditor, dan regulator. Tahap pertama mengandalkan pemasaran; tahap kedua mengandalkan kliring, penyelesaian transaksi, dan antarmuka kepatuhan. Siapa pun yang bisa menjadikan verifikasi identitas, penebusan, dan penyaringan sanksi sebagai pengaturan standar, dialah yang akan mampu menampung gelombang dana institusional berikutnya yang sesungguhnya.
Hambatan sebenarnya bukanlah berapa banyak transaksi yang bisa diproses per detik, melainkan apakah manajer dana berani menekan tombol konfirmasi ketika dana sebesar 100 juta dolar AS hendak masuk 📈
Menurutmu, apakah institusi pada akhirnya akan berkonsolidasi ke dua atau tiga jaringan, atau masing-masing akan berjalan sendiri? Yuk, diskusi di kolom komentar.
Setiap hari, saya mengajakmu mengikuti tren tokenisasi—bukan hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
📢 ⏰ 消息群里第一时间说
Pada 28 Oktober, di konferensi Meridian 2026 di Lisbon, platform tokenisasi Securitize mengumumkan dukungan untuk Stellar, blockchain publik yang diluncurkan pada 2017. Sebelumnya, platform ini hanya mendukung tiga jaringan: Ethereum, Solana, dan Avalanche. Securitize mengelola dana pasar uang tertokenisasi BUIDL milik BlackRock.
Ini bukan sekadar menambahkan satu jaringan lagi. Bagian tersulit dari tokenisasi bukanlah memindahkan aset ke blockchain, melainkan memastikan aset itu tetap bisa dikelola setelah berada di sana: dapat dibekukan, dan mampu memenuhi persyaratan kepatuhan ketika dana dalam jumlah besar masuk.
Jawaban Stellar: aset di blockchain bisa langsung dikonfigurasi dengan verifikasi identitas, klausul penebusan, dan penyaringan daftar sanksi. Ketiganya tertanam dalam token itu sendiri, bukan ditambal lewat sistem off-chain. Dana pasar uang tertokenisasi milik Franklin Templeton berada di jaringan ini, dan MoneyGram memindahkan uang di sana setiap hari 💼
Menurut CEO Securitize, Carlos Domingo, Stellar sudah menjadi ekosistem aset dunia nyata tertokenisasi terbesar keempat di dunia. Makna tersiratnya jelas: standar yang digunakan institusi untuk memilih jaringan sudah berubah. Tiga tahun lalu, yang diperhatikan adalah kapasitas transaksi dan biaya. Sekarang, yang diperhatikan adalah apakah jaringan itu bisa mendapatkan persetujuan dari tim hukum dan kepatuhan.
Ada satu detail lain yang mudah terlewatkan. Pada Juli tahun ini, Securitize sendiri melantai di Bursa Efek New York. Pada hari pertama, harga sahamnya sempat melonjak hingga 13,70 dolar AS. Pada saat yang sama, perusahaan itu memindahkan sahamnya sendiri senilai 295 juta dolar AS ke Solana dan Avalanche. Perusahaan yang bergerak di bidang tokenisasi itu lebih dulu menokenisasi dirinya sendiri—ini lebih meyakinkan daripada buku putih mana pun.
Menurut saya, inti berita ini bukan soal harga suatu blockchain akan naik atau tidak. Intinya, tokenisasi memasuki tahap kedua. Tahap pertama adalah mengubah dana dan saham menjadi token, dengan persaingan soal siapa yang paling cepat menerbitkannya. Tahap kedua adalah persaingan untuk melihat jaringan mana yang bisa diterima sekaligus oleh bank kustodian, auditor, dan regulator. Tahap pertama mengandalkan pemasaran; tahap kedua mengandalkan kliring, penyelesaian transaksi, dan antarmuka kepatuhan. Siapa pun yang bisa menjadikan verifikasi identitas, penebusan, dan penyaringan sanksi sebagai pengaturan standar, dialah yang akan mampu menampung gelombang dana institusional berikutnya yang sesungguhnya.
Hambatan sebenarnya bukanlah berapa banyak transaksi yang bisa diproses per detik, melainkan apakah manajer dana berani menekan tombol konfirmasi ketika dana sebesar 100 juta dolar AS hendak masuk 📈
Menurutmu, apakah institusi pada akhirnya akan berkonsolidasi ke dua atau tiga jaringan, atau masing-masing akan berjalan sendiri? Yuk, diskusi di kolom komentar.
Setiap hari, saya mengajakmu mengikuti tren tokenisasi—bukan hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
