Harga minyak sedang turun, tetapi bahayanya belum berlalu.
Kontrak berjangka minyak mentah AS turun sekitar 2% ke kisaran $101 per barel, sementara Brent bertahan di sekitar $114 setelah baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam hampir enam bulan.
Masalah utama masih di Timur Tengah. Serangan Houthi terhadap Arab Saudi membuat para pedagang khawatir akan kemungkinan gangguan pasokan minyak. Di saat yang sama, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan AS-Iran memberi pasar sedikit ruang bernapas.
Jadi, meski harga turun hari ini, minyak tetap sangat sensitif terhadap setiap kabar baru.
Satu serangan besar lagi terhadap infrastruktur energi atau pelayaran dapat dengan cepat mendorong harga naik kembali. Untuk saat ini, para pedagang terus mencermati Timur Tengah — karena pergerakan harga minyak berikutnya mungkin lebih bergantung pada geopolitik daripada penawaran dan permintaan.
Kontrak berjangka minyak mentah AS turun sekitar 2% ke kisaran $101 per barel, sementara Brent bertahan di sekitar $114 setelah baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam hampir enam bulan.
Masalah utama masih di Timur Tengah. Serangan Houthi terhadap Arab Saudi membuat para pedagang khawatir akan kemungkinan gangguan pasokan minyak. Di saat yang sama, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan AS-Iran memberi pasar sedikit ruang bernapas.
Jadi, meski harga turun hari ini, minyak tetap sangat sensitif terhadap setiap kabar baru.
Satu serangan besar lagi terhadap infrastruktur energi atau pelayaran dapat dengan cepat mendorong harga naik kembali. Untuk saat ini, para pedagang terus mencermati Timur Tengah — karena pergerakan harga minyak berikutnya mungkin lebih bergantung pada geopolitik daripada penawaran dan permintaan.


