$BTC turun di bawah 80 ribu, tepat menjelang pekan rapat kebijakan The Fed. Skenario seperti ini sudah sering saya lihat.

Tokoh utama di balik pergerakan kali ini sebenarnya adalah harga minyak. Houthi kembali menyerang pipa minyak Saudi, sementara Brent bergerak di sekitar 115 dolar AS dan sudah naik hampir 90% tahun ini. Begitu harga minyak melonjak, ekspektasi inflasi ikut naik. Pasar bahkan mulai memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed lanjutan, dan emas pun jatuh di bawah 4.000 dolar AS. Aset safe haven maupun aset berisiko sama-sama terpukul, jadi sulit bagi pasar kripto untuk tidak ikut terseret.

Pasar kripto juga punya dramanya sendiri: Franklin Templeton akan meluncurkan ETF saham AS yang seluruh dividennya digunakan untuk membeli $BTC lagi, dengan target porsi 5%. Orang biasa bisa membeli saham AS dan secara tidak langsung menimbun kripto—rancangan yang cukup licik. Sementara itu, di sisi on-chain, Ethereum Foundation secara terbuka menjual 2.785 ETH saat harga terkoreksi. Ada juga institusi yang dalam dua hari melepas WLD dan AAVE senilai 45 juta dolar AS ke bursa. Para pemegang besar sedang keluar, institusi justru masuk—perbedaannya sangat tajam.

Menurut saya: jangan buru-buru membeli saat harga turun sebelum keputusan Fed diumumkan. Likuiditas di bawah 80 ribu lebih dalam; menunggu sampai situasi reda baru masuk juga bukan hal yang memalukan.

NFA DYOR

#BTC #ETH #美联储 #比特币ETF #SituasiTimurTengah