#市场定价美联储下周加息概率仅10%
Probabilitas 10%, pengetatan 30 basis poin—Goldman Sachs bilang masih kurang satu kali kenaikan suku bunga sungguhan 🦖
Laporan terbaru Goldman Sachs memberikan pandangan yang berlawanan dengan pergerakan pasar: kemungkinan besar suku bunga tidak berubah pada rapat Oktober, tetapi kenaikan terakhir dalam siklus ini kemungkinan akan menyusul pada Desember.

🚨 行情变了群里说

Yang mendasari pandangan ini bukanlah inflasi yang kembali naik, melainkan indeks kondisi keuangan yang hanya mengetat sekitar 30 basis poin sejak September. Goldman Sachs menilai pengetatan sebesar itu terlalu kecil dan sama sekali tidak bisa menggantikan satu kali kenaikan suku bunga.

Pasar memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pekan depan hanya 10%. Angka ini mengacu pada Oktober, bukan Desember. Banyak orang langsung mengartikan jeda kali ini sebagai akhir siklus. Di sinilah letak kesalahpahaman terbesar dalam siklus ini.

Indeks kondisi keuangan adalah angka gabungan yang mencakup harga saham, spread kredit, nilai tukar, dan suku bunga hipotek. Indeks ini ibarat membantu bank sentral mengetatkan atau melonggarkan kebijakan lebih awal. Setelah The Fed menaikkan suku bunga menjadi 3,75%–4,00% pada September, pasar saham naik dan spread kredit menyempit. Perubahan ini mengimbangi sebagian dampak pengetatan. Jadi, logika Goldman Sachs sederhana: kondisi keuangan baru mengetat 30 basis poin, sehingga bank sentral harus turun tangan sendiri untuk menutup kekurangannya.

Logika ini sudah terbukti berkali-kali. Saat pasar melonggar, bank sentral cenderung bersikap hawkish; sebaliknya, saat pasar ambruk, nada bicara bank sentral melunak. Jadi, jangan anggap gejolak jangka pendek pada kondisi keuangan sebagai perubahan arah kebijakan. Sering kali, itu hanya satu tarikan napas dalam fungsi reaksi kebijakan.

Goldman Sachs memperkirakan tiga langkah: jeda pada Oktober, kenaikan pada Desember, lalu tidak ada perubahan lagi hingga sebelum Maret 2027. Goldman memperkirakan inflasi AS akan membaik signifikan pada 2027, dengan asumsi tarif, guncangan energi, dan tekanan harga terkait AI berangsur mereda. Namun, skenario dasar ini punya satu syarat mutlak: situasi di Timur Tengah tidak boleh semakin memburuk. Jika harga minyak terus naik, seluruh proyeksi ini harus digambar ulang.

Menurut saya, hal yang benar-benar menarik dalam siklus ini bukan keputusan Oktober, melainkan bagaimana Waller menjelaskan Desember dalam konferensi persnya. Jika ia menggunakan ungkapan seperti “bergantung pada data” dan tidak menutup kemungkinan kenaikan pada Desember, pasar akan menaikkan probabilitasnya sendiri. Sebaliknya, jika pasar terus menganggap jeda sebagai akhir, pihak yang paling terpukul saat kenaikan benar-benar terjadi pada Desember adalah para pembeli yang menggunakan leverage penuh 📉

Bitcoin saat ini di 79.484 dolar AS, turun 1,67% dalam 24 jam. Ethereum di 2.301 dolar AS, turun 2,6%. Aset berisiko sebenarnya sudah mulai menanggung dampak suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu lebih lama. Urutan koreksi kali ini juga patut diperhatikan: pasar spot melemah lebih dulu, baru kemudian merembet ke kontrak berjangka dan opsi. Ini menunjukkan bahwa tekanan jualnya nyata, bukan sekadar gejolak yang dibuat pasar derivatif.

Jadi, dalam beberapa hari ini, yang lebih perlu dipantau bukan apakah suku bunga naik pada Oktober, melainkan apakah probabilitas kenaikan pada Desember mulai bergerak naik dari angka satu digit. Begitu mulai naik, posisi Bitcoin di bawah 80.000 dolar AS akan menjadi sangat rentan 💥

Menurutmu, kali ini cuma jeda sebentar atau memang sudah sampai di akhir? Ayo ngobrol di kolom komentar 👀

Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung.

Setiap hari, kami membawamu mengikuti perkembangan The Fed dan Bitcoin. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀