#swedishcentralbankurgesekronareview
Swedia Kembali Membahas Krona Digital, dan Stablecoin Menjadi Salah Satu Alasannya
Salah satu negara dengan ekonomi paling minim penggunaan uang tunai di dunia mempertanyakan apakah mata uangnya sendiri dapat tetap kompetitif di dunia daring.
Begini situasinya: dalam surat kepada komite keuangan parlemen pada bulan Oktober, Riksbank Swedia mendesak para anggota parlemen untuk memulai persiapan legislasi bagi kemungkinan penerbitan e-krona, bentuk digital dari uang bank sentral. Bank sentral menegaskan bahwa mereka belum mengambil sikap soal penerbitannya dan keputusan berada di tangan Riksdag. Penyelidikan pemerintah pada 2023 menyimpulkan bahwa belum ada kebutuhan mendesak. Kini Riksbank menunjuk euro digital Bank Sentral Eropa, yang dapat diluncurkan pada 2029 jika aturan Uni Eropa disetujui, serta meluasnya penggunaan stablecoin berdenominasi mata uang asing sebagai risiko yang dapat mengikis peran krona dalam pembayaran. Hanya sekitar 5% warga Swedia menggunakan uang tunai untuk pembelian terakhir mereka, dan Wakil Gubernur Per Jansson memperingatkan bahwa tanpa bentuk digital yang praktis, krona mungkin akan kesulitan bersaing dengan alternatif lintas batas. Bank tersebut juga menyebut ketahanan sebagai alasan, karena e-krona dapat mendukung pembayaran saat terjadi gangguan layanan maupun secara luring. Riksbank memperkirakan peluncurannya memerlukan setidaknya lima tahun, belum termasuk waktu untuk perubahan hukum, dan menyarankan agar Swedia dapat memanfaatkan infrastruktur euro digital yang direncanakan ECB.
Mengapa ini penting? Hal ini menempatkan stablecoin sebagai persoalan kedaulatan moneter, bukan sekadar persoalan kripto—tema yang juga digaungkan dalam upaya Amerika Serikat mendorong stablecoin tahun ini.
Jika uang digital swasta menyebar lebih cepat daripada uang digital publik, siapa yang akhirnya menentukan aturannya? 🤔
#CBDC #Sweden #Stablecoins #digitaleuro
$IRYS $BIRB $IN
Swedia Kembali Membahas Krona Digital, dan Stablecoin Menjadi Salah Satu Alasannya
Salah satu negara dengan ekonomi paling minim penggunaan uang tunai di dunia mempertanyakan apakah mata uangnya sendiri dapat tetap kompetitif di dunia daring.
Begini situasinya: dalam surat kepada komite keuangan parlemen pada bulan Oktober, Riksbank Swedia mendesak para anggota parlemen untuk memulai persiapan legislasi bagi kemungkinan penerbitan e-krona, bentuk digital dari uang bank sentral. Bank sentral menegaskan bahwa mereka belum mengambil sikap soal penerbitannya dan keputusan berada di tangan Riksdag. Penyelidikan pemerintah pada 2023 menyimpulkan bahwa belum ada kebutuhan mendesak. Kini Riksbank menunjuk euro digital Bank Sentral Eropa, yang dapat diluncurkan pada 2029 jika aturan Uni Eropa disetujui, serta meluasnya penggunaan stablecoin berdenominasi mata uang asing sebagai risiko yang dapat mengikis peran krona dalam pembayaran. Hanya sekitar 5% warga Swedia menggunakan uang tunai untuk pembelian terakhir mereka, dan Wakil Gubernur Per Jansson memperingatkan bahwa tanpa bentuk digital yang praktis, krona mungkin akan kesulitan bersaing dengan alternatif lintas batas. Bank tersebut juga menyebut ketahanan sebagai alasan, karena e-krona dapat mendukung pembayaran saat terjadi gangguan layanan maupun secara luring. Riksbank memperkirakan peluncurannya memerlukan setidaknya lima tahun, belum termasuk waktu untuk perubahan hukum, dan menyarankan agar Swedia dapat memanfaatkan infrastruktur euro digital yang direncanakan ECB.
Mengapa ini penting? Hal ini menempatkan stablecoin sebagai persoalan kedaulatan moneter, bukan sekadar persoalan kripto—tema yang juga digaungkan dalam upaya Amerika Serikat mendorong stablecoin tahun ini.
Jika uang digital swasta menyebar lebih cepat daripada uang digital publik, siapa yang akhirnya menentukan aturannya? 🤔
#CBDC #Sweden #Stablecoins #digitaleuro
$IRYS $BIRB $IN
