Harga minyak naik pesat. Kini ada peluang 34% minyak mentah AS menembus $110 per barel sebelum akhir bulan. Harga Brent sudah hanya terpaut 2% dari level tertinggi dalam 4 tahun.

Kita kembali menghadapi kemungkinan harga minyak menembus $100 per barel. Ini bukan sekadar berita utama—dampaknya merambat ke mana-mana. Harga bensin naik, biaya input perusahaan meningkat, belanja konsumen tertekan, sementara The Fed masih mencermati inflasi.

Saham energi belakangan ini diam-diam mencatat kinerja yang baik, tetapi jika harga minyak mentah terus naik, perkirakan rotasi ke $XLE dan saham seperti $XOM, $CVX. Sebaliknya, maskapai penerbangan, perusahaan angkutan barang, dan sektor barang konsumsi nonpokok akan mulai merasakan tekanan.

Amati bagaimana pasar menyerap perkembangan ini. Lonjakan harga minyak tidak terjadi begitu saja—dampaknya mengubah prospek laba, margin, dan ekonomi makro.