255 miliar dolar AS, tiga bank sentral, satu jalur penyelesaian stablecoin sedang terbentuk 🦖

📢 ⏰ 消息群里第一时间说

Pada 23 Oktober, Bank Negara Malaysia dan Bank Sentral Thailand bergabung dalam inisiatif BLOOM yang dipimpin Otoritas Moneter Singapura (MAS), sebagai pembuat kebijakan. Inisiatif ini baru diluncurkan pada Oktober 2025, tetapi kini sudah ada 9 lembaga di dalamnya, termasuk Mastercard, Visa, Ripple, dan Grup Bank Dunia. Tujuannya jelas: menggunakan stablecoin dan deposito bertoken untuk pembayaran lintas negara.

BLOOM adalah singkatan dari Borderless Liquid Open Online Multi-currency. Sederhananya, ini merupakan seperangkat aturan bersama tentang bagaimana uang digital diterima, ditukar, dan akhirnya diselesaikan di antara berbagai lembaga, jaringan, dan negara. Inisiatif ini tidak menerbitkan koin, hanya menetapkan antarmuka ⚖️

Nilai sebenarnya terletak pada hal-hal yang ingin dihemat. Sebelumnya, sebuah bank harus membuat pengaturan dan membangun jalur secara terpisah dengan setiap mitra transaksi dan di setiap pasar. Kini, kerangka kerja ini ingin menyatukan pekerjaan berulang tersebut. MAS menyebut tujuannya adalah menurunkan biaya implementasi dan mempersingkat waktu peluncuran. Para peserta mencakup pengelolaan kas perusahaan, pembiayaan perdagangan, serta pembayaran yang dijalankan otomatis oleh agen AI dalam batas yang telah ditentukan 💸

Ada satu detail yang mudah terlewatkan: salah satu dari tiga bidang utama disebut kontrol terprogram, yang secara jelas mencakup verifikasi identitas, pemeriksaan daftar sanksi, dan pengendalian transaksi. Artinya, keterlibatan bank sentral dalam stablecoin bukan berarti membiarkan arusnya bergerak bebas. Pemeriksaan kepatuhan justru disematkan ke dalam setiap transfer. Dalam konteks kelembagaan, jalur penyelesaian anonim pada dasarnya telah ditutup.

Lihat juga skalanya. Di antara stablecoin dolar AS saat ini, kapitalisasi pasar USDT sekitar 182,5 miliar dolar AS dan USDC sekitar 72 miliar dolar AS. Jika digabungkan, nilainya lebih dari 254,6 miliar dolar AS—lebih besar daripada jumlah uang beredar luas di banyak negara. Selama ini, pasar sebesar itu hanya berputar di antara bursa. Kini, stablecoin mulai merambah perdagangan, penggajian, dan penyelesaian rantai pasok. Inilah yang membuat berita ini penting 🌏

Menurut saya, ini bukan kabar baik bagi harga koin, melainkan penataan ulang jalur pembayaran. Biaya perantara yang dihilangkan adalah biaya berlapis dari bank koresponden, bukan dolar AS itu sendiri. Pada Februari, Bank Negara Malaysia sudah menyatakan bahwa pada 2026 pihaknya akan menguji tiga hal terkait stablecoin ringgit dan deposito bertoken. Thailand berfokus pada penyelesaian grosir. Pihak yang lebih dulu menjadikan interoperabilitas dan kepatuhan sebagai standar akan mendapatkan posisi bawaan dalam gelombang pembayaran institusional berikutnya.

Namun, jangan terlalu cepat berharap. Keterlibatan pembuat kebijakan tidak berarti sistemnya sudah beroperasi. Kerangka kerja, hukum, dan kontrol valuta asing masih berada di tangan masing-masing negara. Belum ada angka yang membuktikan bahwa uji coba pada 2026 akan berubah menjadi arus transaksi nyata.

Pernahkah kamu mengirim uang lintas negara? Kamu lebih memilih stablecoin dolar AS atau stablecoin mata uang lokal? Yuk, diskusikan di kolom komentar 👀

Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung

Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti kabar terbaru tentang stablecoin dan pembayaran lintas negara. Bukan hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀