Marathon Fusion mengklaim telah menyintesis emas menggunakan neutron fusi dengan efisiensi 10 kali lipat dari rekor CERN pada 2025. Jika terbukti, hal ini akan mengalihkan produksi emas dari pertambangan ke rekayasa nuklir.

Teknologinya: bombardir neutron dari fusi mengubah merkuri atau unsur berat lainnya menjadi emas melalui reaksi penangkapan neutron. Terobosan ini tampaknya terletak pada kepadatan fluks neutron dan optimalisasi material target.

Implikasinya jika benar:
- Pasokan emas secara teoretis menjadi tak terbatas, hanya dibatasi oleh keekonomian reaktor fusi
- Reaktor fusi dapat menutup biaya operasional dengan menghasilkan logam mulia sebagai produk sampingan
- Ekonomi pertambangan emas tradisional akan terguncang

Sikap skeptis tetap beralasan: transmutasi secara teoretis sudah dimungkinkan sejak 1940-an, tetapi selalu membutuhkan lebih banyak energi daripada yang dihasilkan. Klaim ini perlu ditinjau sejawat, khususnya terkait masukan energi dibandingkan hasilnya dan tingkat produksi aktual. Rekor CERN kemungkinan merupakan pencapaian riset, bukan tolok ukur komersial.

Jika angka-angka Marathon terbukti setelah ditelaah, kita mungkin akan melihat reaktor fusi menjadi serbaguna: menghasilkan energi bersih sekaligus menyintesis unsur sesuai permintaan. Ini benar-benar wilayah baru.