Nikkei: Bank of Japan akan mempertahankan suku bunga 1,25% dalam rapat kebijakan Oktober
22 Oktober — Menurut laporan Nikkei, Bank of Japan cenderung mempertahankan suku bunga kebijakan di 1,25% dalam rapat kebijakan moneter pada 29–30 Oktober.
Perlu dicatat, Bank of Japan baru saja menaikkan suku bunga pada September. Jeda kenaikan kali ini bertujuan untuk menilai apakah kenaikan sebelumnya berdampak tertunda terhadap perekonomian dan harga-harga di Jepang.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Bank of Japan kemungkinan akan menyatakan kenaikan harga dasar, setelah mengecualikan faktor fluktuasi sementara, secara substansial telah mencapai target 2%.
Fokus Bank of Japan selanjutnya adalah mencegah inflasi meningkat lebih jauh dan menjaga harga tetap di sekitar target. Dengan berlandaskan hal tersebut, bank sentral akan terus memantau data inflasi sambil menunggu waktu yang tepat untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga kembali.
Pasar secara umum memperkirakan keputusan kali ini akan mempertahankan suku bunga. Namun, tidak mengubah kebijakan bukan berarti lengah: tekanan inflasi dari harga minyak masih ada, dan mencegah inflasi melampaui target tetap menjadi inti kebijakan Bank of Japan.
Sejumlah analis memperkirakan laporan prospek ekonomi dan harga yang akan diterbitkan Bank of Japan setelah rapat akan kembali menyoroti risiko kenaikan inflasi, sekaligus menyisakan ruang kebijakan untuk kenaikan suku bunga selanjutnya. Jika data terus meningkat, Desember masih menjadi salah satu peluang kenaikan suku bunga.
Kesimpulannya, uraian di atas merupakan pandangan pasar sebelum rapat, bukan keputusan final. Sekalipun Bank of Japan memilih untuk menunggu kali ini, hal itu bukan berarti siklus pengetatan telah berakhir.
Pasalnya, tekanan inflasi yang bertahan akibat harga minyak dan fluktuasi nilai tukar yen masih menjadi faktor utama yang memengaruhi langkah kebijakan selanjutnya.
#日本央行10月利率决议
22 Oktober — Menurut laporan Nikkei, Bank of Japan cenderung mempertahankan suku bunga kebijakan di 1,25% dalam rapat kebijakan moneter pada 29–30 Oktober.
Perlu dicatat, Bank of Japan baru saja menaikkan suku bunga pada September. Jeda kenaikan kali ini bertujuan untuk menilai apakah kenaikan sebelumnya berdampak tertunda terhadap perekonomian dan harga-harga di Jepang.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Bank of Japan kemungkinan akan menyatakan kenaikan harga dasar, setelah mengecualikan faktor fluktuasi sementara, secara substansial telah mencapai target 2%.
Fokus Bank of Japan selanjutnya adalah mencegah inflasi meningkat lebih jauh dan menjaga harga tetap di sekitar target. Dengan berlandaskan hal tersebut, bank sentral akan terus memantau data inflasi sambil menunggu waktu yang tepat untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga kembali.
Pasar secara umum memperkirakan keputusan kali ini akan mempertahankan suku bunga. Namun, tidak mengubah kebijakan bukan berarti lengah: tekanan inflasi dari harga minyak masih ada, dan mencegah inflasi melampaui target tetap menjadi inti kebijakan Bank of Japan.
Sejumlah analis memperkirakan laporan prospek ekonomi dan harga yang akan diterbitkan Bank of Japan setelah rapat akan kembali menyoroti risiko kenaikan inflasi, sekaligus menyisakan ruang kebijakan untuk kenaikan suku bunga selanjutnya. Jika data terus meningkat, Desember masih menjadi salah satu peluang kenaikan suku bunga.
Kesimpulannya, uraian di atas merupakan pandangan pasar sebelum rapat, bukan keputusan final. Sekalipun Bank of Japan memilih untuk menunggu kali ini, hal itu bukan berarti siklus pengetatan telah berakhir.
Pasalnya, tekanan inflasi yang bertahan akibat harga minyak dan fluktuasi nilai tukar yen masih menjadi faktor utama yang memengaruhi langkah kebijakan selanjutnya.
#日本央行10月利率决议
