Pasar Bitcoin senilai US$129 miliar: hampir 60% posisi kini tak lagi bertaruh pada satu arah saja 🦖

Data Volmex per 21 Oktober menunjukkan bahwa pekan lalu opsi Bitcoin mencakup hampir 60% dari seluruh open interest derivatif. Pada awal tahun ini, porsinya masih 50%—naik sekitar 10 poin persentase dalam setahun.

Open interest opsi ETF sekitar US$36 miliar. IBIT milik BlackRock saja menyumbang hampir US$35 miliar. Ditambah opsi di platform native sekitar US$76 miliar, lalu kontrak berjangka dan perpetual, total pasar mencapai sekitar US$129 miliar. Harga Bitcoin saat ini sekitar US$83.354 📊

Perbandingan yang lebih jelas: pada Januari 2025, opsi IBIT hanya sekitar US$11 miliar. Sekarang nilainya sekitar US$35 miliar, hampir tiga kali lipat. Opsi ETF kini mencakup sekitar 47% dari seluruh pasar opsi Bitcoin. Sebagian besar transaksi masih terkonsentrasi di sebuah bursa opsi offshore.

Ini bukan soal bertambahnya dana, melainkan berubahnya cara bermain. Posisi long di kontrak perpetual harus membayar funding rate; jika ditahan lama, biayanya bisa menggerogoti keuntungan. Opsi punya tanggal kedaluwarsa: bisa digunakan untuk bertaruh pada arah harga, membeli volatilitas saja, atau menjual call untuk memperoleh premi. Posisi juga bisa dipertahankan sampai jatuh tempo. Inilah eksposur risiko terkendali yang diinginkan institusi.

Langkah BlackRock juga menunjukkan hal yang sama. Pada Juni, mereka meluncurkan BITA, menjual call demi arus kas bulanan dengan rela melepas sebagian potensi kenaikan. Pekan ini, mereka kembali mengajukan ETF buffer yang menggunakan opsi untuk membatasi penurunan, sekaligus membatasi potensi kenaikan. Produk-produknya makin mirip instrumen terstruktur di pasar saham tradisional.

Menurut saya, kenaikan porsi opsi dari 50% menjadi hampir 60% benar-benar mengubah cara harga terbentuk. Market maker yang menjual opsi harus melakukan lindung nilai. Aktivitas hedging membuat mereka terus membeli dan menjual di sekitar level harga penting. Akibatnya, pergerakan harga lebih tertahan, lonjakan sesaat lebih jarang, dan skala kenaikan maupun penurunan tajam teredam. Bitcoin semakin mirip saham berkapitalisasi besar 📉

Namun, sisi lain dari koin ini adalah volatilitas yang tertekan bukan berarti risikonya hilang. Semakin rendah volatilitas, semakin banyak orang yang menjual volatilitas dan semakin padat posisi mereka. Jika keputusan suku bunga The Fed atau perubahan mendadak arus dana ETF terjadi, penutupan posisi hedging ke arah sebaliknya bisa memperbesar volatilitas dalam waktu singkat ⚠️ Bagi investor ritel, rasanya harga naik lambat, turun pun tak dalam, tetapi arahnya makin sulit ditebak.

Opsi S&P 500 mencakup sekitar 75% dari derivatif indeks. Porsi Bitcoin kini masih di bawah 60%. Perjalanan ini belum selesai.

Menurutmu, jika porsi opsi terus meningkat, apakah Bitcoin akan semakin mirip indeks saham, atau justru risikonya hanya tersembunyi lebih dalam? Yuk, diskusikan di kolom komentar.

Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung.

Setiap hari, kami membawamu mengikuti topik hangat seputar derivatif Bitcoin. Bukan sekadar melihat berita yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀