Stablecoin baru saja mencatat angka yang bikin meringis: volume transfer yang disesuaikan sebesar $891 miliar pada Q3 2026, empat kali lipat dari level awal 2023 — menurut laporan baru Coinbase dan The Block Research, "The Always-On Dollar."

Komposisinya lebih penting daripada angka utama: lebih dari $400 juta berpindah secara organik setiap jam, 73% di antaranya di luar jam operasional perbankan AS. Tujuh dari sepuluh bank terbesar di AS telah menguji stablecoin atau deposito yang ditokenisasi untuk penyelesaian transaksi; kini 30% perusahaan lintas negara di segmen pasar menengah menggunakan atau mengujinya, naik dari 10% pada 2024.

Namun, jumlah stablecoin yang beredar nyaris tidak bertambah — kapitalisasi pasar sekitar $301 miliar, relatif datar dibandingkan tahun lalu. Uang yang sama, tetapi perputarannya jauh lebih cepat.

Mengapa ini penting: stablecoin mulai tampak lebih seperti jalur pembayaran daripada aset. Catatan penting: Coinbase mendanai riset ini, dan Standard Chartered baru saja menggeser proyeksi stablecoin senilai $2 triliun dari 2028 ke 2030 karena pertumbuhan pasokan yang lebih lambat. Pantau data penggunaan, bukan proyeksi.

Jika bank-bank besar mulai menerbitkan stablecoin mereka sendiri, apakah jaringan terbuka unggul dalam distribusi — atau bank yang menang karena kepercayaan?

#CryptoNews #Stablecoins #Banking #Adopsi