Manila sudah tak mau lagi meminta dengan sopan.

SEC Filipina baru saja menyebut tujuh platform kripto — dYdX, Aevo, gTrade, Pacifica, Orderly, Deriv, dan Ostium — serta memperingatkan warga Filipina agar tidak berinvestasi di platform-platform tersebut. Tak satu pun terdaftar dalam kerangka CASP negara itu, dan regulator menyatakan platform-platform tersebut tampaknya menawarkan investasi dengan menjanjikan imbal hasil, keuntungan, atau bunga.

Bagian yang paling tegas: peringatan ini menyasar pihak yang mempromosikannya, bukan hanya platformnya. Siapa pun yang mempromosikan platform-platform ini di Filipina — tenaga penjualan, agen, bahkan influencer — dapat dikenai pertanggungjawaban pidana berdasarkan Pasal 28 dan 73 Securities Regulation Code: denda hingga ₱5 juta (~$89,000), penjara hingga 21 tahun, atau keduanya.

Ini bagian dari rangkaian, bukan kejadian sekali saja: Binance diblokir pada 2024, disusul Coinbase dan Gemini pada Desember 2025. Filipina tidak melarang kripto — negara itu hanya menutup jalur yang tidak berizin.

Konteks pasar: $BTC $82,922 (+1.0%/24h), $ETH $2,447 (+1.5%/24h). Bagi trader kontrak perpetual, tempat Anda bertransaksi kini menjadi persoalan hukum, bukan sekadar soal UX.

Regulator negara mana yang selanjutnya akan menindak para promotornya? NFA. DYOR.

#Philippines #CryptoRegulation #DeFi #dYdX