Statistik mencengangkan dari Goldman: lebih dari 95% pemegang KPR menikmati suku bunga di bawah tingkat pasar saat ini. Hampir dua pertiganya terikat pada suku bunga yang setidaknya 2 poin persentase lebih rendah.

Inilah dampak efek lock-in. Tak ada yang menjual rumah. Tak ada yang membiayai ulang KPR. Pasar perumahan tetap membeku karena pindah rumah berarti menukar KPR berbunga 3% dengan yang berbunga 7%.

Ini contoh textbook tentang bagaimana siklus suku bunga menciptakan kendala nyata terhadap perilaku—bukan sekadar teori. Orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal bukan berarti tidak rasional. Justru mereka sangat rasional. Secara hitung-hitungan, pindah rumah memang tidak masuk akal.

Dinamika ini membuat persediaan rumah terbatas, harga tetap tinggi, dan pembeli rumah pertama makin terhimpit. Ini juga berarti kenaikan suku bunga oleh The Fed berdampak tidak merata terhadap perekonomian. Pemilik rumah lama yang sudah mengunci suku bunga? Hampir tak merasakannya. Pembeli baru? Terpukul keras.

Perlu diingat: kondisi keuangan tidak seragam. Suku bunga kebijakan yang sama menciptakan kenyataan yang sangat berbeda, bergantung pada posisi Anda dalam sistem.