#韩国kospi指数跌超2%
Reli kenaikan saham AI belum berakhir. Lalu, mengapa pasar saham Korea justru lebih dulu tak sanggup bertahan?
Pasar saham Korea kembali anjlok pada Selasa. KOSPI ditutup turun 3,73% ke level 5.552,74 poin, penutupan terendah sejak 7 April. Samsung Electronics turun 2,98%, sementara SK Hynix turun 4,23%. Rebound selama dua hari perdagangan sebelumnya praktis terhenti akibat tekanan jual di pasar.
Menurut saya, kunci koreksi kali ini adalah pasar mulai menghitung ulang imbal hasil investasi AI.
Sebelumnya, investor bersedia memberi valuasi tinggi kepada saham chip karena yakin belanja modal AI akan terus meningkat. Namun, kini muncul pertanyaan: raksasa teknologi terus menggelontorkan dana untuk membangun pusat data, sementara biaya pendanaan makin tinggi. Apakah laba di masa depan akan mampu menutup investasi tersebut? Begitu jawabannya menjadi kurang pasti, valuasi bisa lebih dulu tertekan.
Pasar Korea sangat rentan, terutama karena Samsung Electronics dan SK Hynix memiliki bobot besar dalam indeks. Ketika saham semikonduktor turun, sulit bagi seluruh pasar untuk tidak ikut terdampak. Pada Selasa, investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar 535,4 miliar won, sementara institusi mencatatkan penjualan bersih sekitar 1 triliun won. Ini menunjukkan bahwa investor yang berburu saham murah untuk sementara belum memegang kendali.
Ke depannya, saya lebih memperkirakan pasar akan bergerak volatil sambil membentuk dasar. Laporan keuangan raksasa teknologi AS, panduan belanja modal AI, serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan memengaruhi kepercayaan investor.
Jika laba perusahaan mampu mengikuti pertumbuhan investasi, saham chip masih berpeluang pulih. Namun, jika belanja modal terus meningkat sementara hasilnya tak kunjung terlihat, rebound bisa berubah menjadi kesempatan untuk kabur.
Yang perlu diwaspadai: kisah pertumbuhan AI masih terus digaungkan, tetapi pasar mulai enggan membayarnya.
DYOR
Reli kenaikan saham AI belum berakhir. Lalu, mengapa pasar saham Korea justru lebih dulu tak sanggup bertahan?
Pasar saham Korea kembali anjlok pada Selasa. KOSPI ditutup turun 3,73% ke level 5.552,74 poin, penutupan terendah sejak 7 April. Samsung Electronics turun 2,98%, sementara SK Hynix turun 4,23%. Rebound selama dua hari perdagangan sebelumnya praktis terhenti akibat tekanan jual di pasar.
Menurut saya, kunci koreksi kali ini adalah pasar mulai menghitung ulang imbal hasil investasi AI.
Sebelumnya, investor bersedia memberi valuasi tinggi kepada saham chip karena yakin belanja modal AI akan terus meningkat. Namun, kini muncul pertanyaan: raksasa teknologi terus menggelontorkan dana untuk membangun pusat data, sementara biaya pendanaan makin tinggi. Apakah laba di masa depan akan mampu menutup investasi tersebut? Begitu jawabannya menjadi kurang pasti, valuasi bisa lebih dulu tertekan.
Pasar Korea sangat rentan, terutama karena Samsung Electronics dan SK Hynix memiliki bobot besar dalam indeks. Ketika saham semikonduktor turun, sulit bagi seluruh pasar untuk tidak ikut terdampak. Pada Selasa, investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar 535,4 miliar won, sementara institusi mencatatkan penjualan bersih sekitar 1 triliun won. Ini menunjukkan bahwa investor yang berburu saham murah untuk sementara belum memegang kendali.
Ke depannya, saya lebih memperkirakan pasar akan bergerak volatil sambil membentuk dasar. Laporan keuangan raksasa teknologi AS, panduan belanja modal AI, serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan memengaruhi kepercayaan investor.
Jika laba perusahaan mampu mengikuti pertumbuhan investasi, saham chip masih berpeluang pulih. Namun, jika belanja modal terus meningkat sementara hasilnya tak kunjung terlihat, rebound bisa berubah menjadi kesempatan untuk kabur.
Yang perlu diwaspadai: kisah pertumbuhan AI masih terus digaungkan, tetapi pasar mulai enggan membayarnya.
DYOR
