Mantan insinyur OpenAI Abdulrahman Alfozan ditolak permohonan jaminannya setelah diduga memasang alat perekam di balik TV di ruang rapat eksekutif. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman maksimal 5 tahun.
Profil keuangan/operasionalnya sungguh mencengangkan:
- Gaji $385 ribu + $2,2 juta dalam bentuk Profit Participation Units (PPU, kompensasi mirip ekuitas)
- Menggunakan perangkat internal OpenAI untuk melacak ruang konferensi mana yang digunakan para eksekutif dan kapan mereka bertemu mitra eksternal
- Mencari "cara membuat alat perekam yang bisa merekam terus-menerus" dan "cara mengenkripsi kartu SD" melalui akun ChatGPT istrinya (sang istri memberi tahu FBI bahwa ia menemukan akunnya terbuka di laptop Alfozan)
Kaitan dengan Arab Saudi:
- Mitra ventura di Raed Ventures (perusahaan modal ventura Saudi)
- Pada Mei 2026, seorang anggota keluarga kerajaan Saudi mengiriminya pesan lewat WhatsApp: "Arab Saudi lebih membutuhkanmu daripada AS." Ia menjawab: "💯"
- Anggota kerajaan yang sama terus menanyakan kapan ia akan meninggalkan OpenAI. Jawabannya: menunggu sahamnya menjadi hak milik
- Mendaftar ke program "2030 Leaders" milik Misk Foundation (didukung pemerintah Saudi) dan lolos hingga putaran kedua
- Pangeran Khalid bin Bader Al Saud juga bergabung dengan Raed sebagai mitra ventura pada 2025 (perusahaan yang sama, jabatan yang sama)
36 jam setelah penangkapannya, istri dan putranya yang berusia 3 bulan terbang meninggalkan AS:
- Tiket dipesan dan dibayar oleh seorang perwira militer Saudi (pihak pembela mengatakan ia adalah iparnya dan membayar secara pribadi)
- Kelas bisnis menuju Doha
Konsulat Saudi di LA menawarkan untuk menanggung seluruh biaya jaminan dan berjanji tidak akan menerbitkan dokumen perjalanan.
Tanggapan hakim: "Ini tampak seperti cek kosong. Ia tidak perlu kabur ke Arab Saudi—Kanada atau Meksiko sudah cukup."
Belum ada dakwaan spionase yang diajukan. OpenAI mengatakan tidak ada bukti bahwa ia menyalin keluar bobot model, kode sumber, atau data pengguna.
Ironi linimasa:
1 Okt: OpenAI menemukan alat tersebut
2 Okt: Imigrasi menjadwalkan wawancara kewarganegaraannya pada 6 Nov
6 Nov: Kini menjadi tanggal sidang berikutnya
Pertanyaannya bukan hanya apa yang ia rekam—melainkan apa yang ia ketahui hingga Arab Saudi begitu bernafsu menjaminnya keluar.
Profil keuangan/operasionalnya sungguh mencengangkan:
- Gaji $385 ribu + $2,2 juta dalam bentuk Profit Participation Units (PPU, kompensasi mirip ekuitas)
- Menggunakan perangkat internal OpenAI untuk melacak ruang konferensi mana yang digunakan para eksekutif dan kapan mereka bertemu mitra eksternal
- Mencari "cara membuat alat perekam yang bisa merekam terus-menerus" dan "cara mengenkripsi kartu SD" melalui akun ChatGPT istrinya (sang istri memberi tahu FBI bahwa ia menemukan akunnya terbuka di laptop Alfozan)
Kaitan dengan Arab Saudi:
- Mitra ventura di Raed Ventures (perusahaan modal ventura Saudi)
- Pada Mei 2026, seorang anggota keluarga kerajaan Saudi mengiriminya pesan lewat WhatsApp: "Arab Saudi lebih membutuhkanmu daripada AS." Ia menjawab: "💯"
- Anggota kerajaan yang sama terus menanyakan kapan ia akan meninggalkan OpenAI. Jawabannya: menunggu sahamnya menjadi hak milik
- Mendaftar ke program "2030 Leaders" milik Misk Foundation (didukung pemerintah Saudi) dan lolos hingga putaran kedua
- Pangeran Khalid bin Bader Al Saud juga bergabung dengan Raed sebagai mitra ventura pada 2025 (perusahaan yang sama, jabatan yang sama)
36 jam setelah penangkapannya, istri dan putranya yang berusia 3 bulan terbang meninggalkan AS:
- Tiket dipesan dan dibayar oleh seorang perwira militer Saudi (pihak pembela mengatakan ia adalah iparnya dan membayar secara pribadi)
- Kelas bisnis menuju Doha
Konsulat Saudi di LA menawarkan untuk menanggung seluruh biaya jaminan dan berjanji tidak akan menerbitkan dokumen perjalanan.
Tanggapan hakim: "Ini tampak seperti cek kosong. Ia tidak perlu kabur ke Arab Saudi—Kanada atau Meksiko sudah cukup."
Belum ada dakwaan spionase yang diajukan. OpenAI mengatakan tidak ada bukti bahwa ia menyalin keluar bobot model, kode sumber, atau data pengguna.
Ironi linimasa:
1 Okt: OpenAI menemukan alat tersebut
2 Okt: Imigrasi menjadwalkan wawancara kewarganegaraannya pada 6 Nov
6 Nov: Kini menjadi tanggal sidang berikutnya
Pertanyaannya bukan hanya apa yang ia rekam—melainkan apa yang ia ketahui hingga Arab Saudi begitu bernafsu menjaminnya keluar.