Sebuah perusahaan menggenggam 6,04 juta ETH, setara 4,9% dari total suplai di seluruh jaringan. Namun, pekan lalu mereka hanya menambah 12.500 ETH.
BitMine membeli 12.535 ETH selama pekan 12–18 Oktober. Per 18 Oktober, total kepemilikannya mencapai 6.041.481 ETH, senilai sekitar 14,6 miliar dolar AS dengan harga 2.420 dolar per ETH.

⚡ 有大动静群里说

Perusahaan penimbun kripto yang dipimpin Tom Lee ini memiliki total aset sekitar 15,1 miliar dolar AS. Di antaranya, uang tunai dan sekuritas senilai 582 juta dolar AS, hanya 215 Bitcoin, serta kepemilikan saham Beast Industries senilai 180 juta dolar AS dan saham Eightco senilai 74 juta dolar AS.

Yang benar-benar menarik adalah struktur posisinya: 5.067.309 ETH telah di-staking, atau 84% dari total kepemilikan, dengan nilai sekitar 12 miliar dolar AS. Imbal hasil staking tahunannya sekitar 309 juta dolar AS 🐋
Artinya, mereka tidak mengandalkan jual-beli untuk menghasilkan uang. Mereka menjadikan Ethereum seperti mesin penghasil uang sewa: menambah kepemilikan sedikit demi sedikit setiap pekan, lalu mengunci sebagian besar ETH di node validator untuk memperoleh imbal hasil dari inflasi jaringan dan biaya transaksi.

Lalu, mengapa pekan lalu mereka hanya membeli 12.500 ETH? Kecepatan ini hanya setara 0,2% dari kepemilikan mereka sendiri. Dengan laju seperti ini, perlu hampir setahun untuk menguasai 1% dari total suplai ETH.
Dalam laporan mingguannya, Tom Lee memberikan penjelasan yang lebih luas: selera risiko investor menyusut dalam beberapa pekan terakhir karena empat hal—kekhawatiran soal pendanaan AI dan keamanan model, eskalasi situasi di Timur Tengah, meningkatnya ketidakpastian kebijakan AS, serta kenaikan imbal hasil obligasi secara luas di seluruh dunia ⚠️
Keempat hal ini lebih dulu menghantam saham AI serta saham semikonduktor dan memori. Setelah itu, pasar Korea Selatan dan Taiwan—yang didominasi saham-saham chip—melakukan deleveraging. Aset kripto banyak dimiliki di ketiga kawasan ini, sehingga saat eksposur risiko dikurangi, tekanan jual pun merembet ke pasar kripto.

BTC kini berada di harga 82.457 dolar AS, naik 0,71%. ETH di harga 2.420 dolar AS, naik tipis 0,2%. Pasar perlahan mulai pulih, tetapi pemulihan ini bukan karena dana baru masuk deras—melainkan karena tekanan jual untuk sementara berhenti 📉

Menurut saya, sinyal sebenarnya dari perusahaan ini bukanlah jumlah yang dibeli, melainkan laju pembeliannya yang melambat. Institusi yang mengunci 84% posisinya dalam staking tidak akan mundur hanya karena satu candle merah dalam jangka pendek. Namun, mereka juga tidak sedang mempercepat aksi beli saat harga turun. Ini menunjukkan bahwa mereka sendiri masih menunggu risiko makro mereda.
Dua hal yang patut dicermati selanjutnya: pertama, apakah jumlah ETH yang ditambahkan pekan depan bisa kembali di atas 20.000; kedua, apakah ETH bisa bertahan di atas level psikologis 2.400 dolar AS. Jika level itu ditembus, tekanan valuasi pada posisi staking akan lebih dulu tercermin pada harga saham perusahaan tersebut, bukan harga kriptonya.

Menurut Anda, apakah strategi menimbun kripto dengan mengunci 80% posisi dalam staking ini merupakan cara mendapatkan pemasukan jangka panjang, atau justru menyembunyikan risiko di balik likuiditas? 🦖
Yuk, diskusi di kolom komentar.

Setiap hari, kami mengajak Anda mengikuti perkembangan terkini dunia kripto. Bukan hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung