ETF spot Bitcoin dan Ether yang terdaftar di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih sebesar $549 juta selama pekan lalu, menjadi sinyal baru bahwa likuiditas terus ditarik dari dua ETF aset digital terbesar di pasar.
Menurut data SoSoValue, arus keluar dari ETF Bitcoin mencapai sekitar $229 juta, sedangkan penarikan dari ETF Ether lebih besar, yakni $320 juta. Ini mencerminkan tekanan yang masih berlanjut pada ETF spot, dengan Ether menjadi aset yang paling terdampak selama pekan tersebut.
Angka-angka ini menandai pekan kedua berturut-turut terjadinya arus keluar dari ETF Bitcoin dan pekan ketiga untuk ETF Ether. Meski laju penarikan melambat dibandingkan pekan sebelumnya, jumlahnya tetap besar setelah ETF tersebut secara gabungan mencatat arus keluar bersih sebesar $1,22 miliar pada pekan sebelumnya.
Apa arti arus ini bagi pasar?
Arus dana ETF spot merupakan indikator langsung selera investor karena mencerminkan masuk atau keluarnya modal dari produk investasi itu sendiri, dan karenanya juga menunjukkan permintaan harian terhadap aset yang mendasarinya. Ketika arus keluar membesar, hal itu dapat menekan likuiditas jangka pendek dan mengurangi daya beli di pasar.
Untuk Ether, gambaran pada bulan Oktober tampak lebih jelas. ETF spot Ether mencatat arus keluar bersih sekitar $955 juta sejauh bulan ini, level arus keluar bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.
Dari sisi harga, ETH turun sekitar 5% dalam tujuh hari terakhir menjadi sekitar $2.433, sementara Bitcoin turun 1,3% menjadi $82.783 pada saat data dipublikasikan, menurut data CoinGecko.
Terlepas dari penarikan ini, ETF Bitcoin dan Ether masih berada di wilayah positif sejak awal 2026. ETF Bitcoin mencatat arus masuk bersih sekitar $259 juta sejak awal tahun, sementara ETF Ether menarik sekitar $610 juta.
Pergerakan yang lebih luas pada ETF aset digital
Arus keluar tidak hanya terjadi pada Bitcoin dan Ether. ETF Solana mencatat arus keluar bersih sekitar $26 juta selama pekan tersebut, disusul Zcash sebesar $19 juta dan Hyperliquid sebesar $18 juta.
ETF XRP dan BNB juga mengalami arus keluar yang lebih kecil, masing-masing sebesar $1,8 juta dan $285 ribu, menurut data yang sama.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa arus dana ETF spot masih menjadi faktor penting dalam membaca sentimen investor, terutama ketika penarikan terjadi berulang kali selama beberapa pekan berturut-turut. Meski laju arus keluar melambat dibandingkan pekan sebelumnya, keberlanjutannya tetap perlu dicermati karena dapat memengaruhi likuiditas dan momentum pasar jangka pendek.
