Harga tiket pesawat untuk Thanksgiving baru saja mencapai $402 pulang-pergi — naik 31% dibandingkan tahun lalu. Itu rekor.

Orang-orang suka menyalahkan “keserakahan korporasi”, tetapi penyebab sebenarnya lebih sederhana: perang menaikkan biaya energi, yang kemudian mendorong naik harga segala hal. Harga bahan bakar pesawat tak peduli dengan rencana makan kalkunmu.

Inflasi bukan sekadar konsep abstrak. Dompetmu makin tipis setiap kali memesan tiket, mengisi bensin, atau menukar mata uang untuk bepergian.

Inilah yang terjadi ketika rantai pasokan terganggu dan pasar minyak kacau. Konsumen yang menanggung biayanya — secara harfiah maupun kiasan.