Level harga memiliki logika yang kuat. Biasanya, di sekitar setiap angka bulat besar terdapat dua level penghalang. Misalnya, di bawah 100 ada dua penghalang, yaitu 87 dan 96. Jadi, ketika harga bergerak dari bawah 60 menuju 100, biasanya harga akan tertahan di kisaran 87–96. Setelah menembusnya, ruang pergerakan menuju 100–150 pun terbuka. Sementara itu, dua penghalang di atas 100 adalah 114 dan 124. Karena itu, ketika harga memantul hingga mencapai kedua level ini, biasanya harga akan menguji kembali apakah level 100 mampu bertahan. Jika gagal bertahan, harga akan mencari support di 96 atau 87 (sesekali bisa terjadi tusukan ekstrem hingga 84–82). Singkatnya, level 100 baru benar-benar dianggap bertahan jika harga sudah berada di atas 127. Sebagai contoh, pada grafik bulanan sol, garis tengah Bollinger Bands tepat berada di kisaran 124–127. Jika harga berhasil bertahan di atas kisaran ini, pasar bullish akan bergerak naik dengan cepat. Jika tidak, harga akan menguji kembali 100–96 untuk mengumpulkan tenaga sebelum naik lagi.

Demikian pula, 150 merupakan angka bulat sekunder. Penghalang di bawahnya adalah 144 dan 147, sedangkan penghalang di atasnya adalah 154 dan 157. Jadi, saat pertama kali memantul dari bawah hingga mendekati kisaran ini, harga pasti akan tertahan dan terkoreksi.

Baik sol maupun mstr mengikuti aturan pergerakan naik-turun ini. Karena itu, saat memasang order take profit untuk posisi long maupun short, hindari level-level penghalang ini dan lakukan lebih awal.

Pola ini berlaku untuk semua aset di pasar saham maupun pasar kripto.