Prancis meloloskannya dengan selisih satu suara, 38 berbanding 37. Ke depannya, menukar kripto menjadi stablecoin juga akan dikenai pajak 31,4% 🦖

💡 群里更新数据解读

Pada 17 Oktober, Majelis Nasional Prancis meloloskan amendemen I-3898 dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Anggaran 2027. Pengusulnya adalah anggota parlemen Nicolas Sansu. Dari total 577 kursi, hanya 100 orang yang memberikan suara: 38 mendukung, 37 menolak, dan 25 abstain. Hasilnya bisa berbalik hanya dengan selisih satu suara.

Amendemen ini bertujuan menutup celah yang sudah ada selama bertahun-tahun. Sebelumnya, menukar Bitcoin dengan stablecoin tidak dianggap sebagai pencairan aset, sehingga tidak perlu membayar pajak keuntungan modal. Banyak pemegang kripto di Prancis menggunakan USDT dan USDC untuk menyimpan keuntungan, lalu menukarnya kembali ke euro saat harganya dirasa tepat. Kini aturannya akan diubah: setiap kali kripto ditukar menjadi stablecoin, transaksi tersebut akan dikenai pajak keuntungan modal sebesar 31,4%. Jika naskah ini disahkan tanpa perubahan, aturan akan berlaku mulai 1 Januari 2027 ⚖️

Alasan pemerintah Prancis cukup jelas: stablecoin kini menjalankan fungsi pembayaran dan penyimpan nilai, jadi semestinya dikenai pajak seperti mata uang. Naskah amendemen itu juga menegaskan bahwa aturan ini tidak akan menciptakan beban baru. Namun, angka lain justru terasa menohok: perusahaan analisis blockchain Chainalysis memperkirakan 90% keuntungan kripto di Prancis tidak dilaporkan. Pada 2024, hanya 24.000 wajib pajak Prancis yang melaporkan keuntungan sekitar 427 juta dolar AS. Dibandingkan dengan besarnya pasar secara keseluruhan, tingkat pelaporan ini nyaris sama saja dengan tidak ada pelaporan 💶

Menurut saya, hal terpenting di sini bukanlah angka 31,4%, melainkan fakta bahwa untuk pertama kalinya Prancis memperlakukan stablecoin sebagai mata uang, bukan aset kripto. Begitu pajak diterapkan dengan logika mata uang, setiap kali orang menyimpan keuntungan dalam stablecoin akan menjadi peristiwa kena pajak. Strategi lama—berlindung di stablecoin saat pasar bearish lalu kembali masuk saat pasar bullish—akan menjadi jauh lebih mahal.

Dampak sekundernya lebih menarik daripada tarif pajaknya sendiri. Pemegang kripto di Prancis kemungkinan besar akan beralih ke tiga pilihan: pertama, aset digital berbasis komoditas seperti token emas; kedua, penyimpanan mandiri sekaligus transaksi lintas negara; ketiga, langsung menukar aset lebih awal ke mata uang fiat untuk mengamankan keuntungan. Bagi penerbit stablecoin, permintaan ritel dari ekonomi terbesar kedua di zona euro akan tertekan. Sementara itu, catatan transaksi on-chain ditambah pertukaran otomatis melalui DAC8 dan CARF membuat penegakan pajak ini jauh lebih mudah daripada yang dibayangkan banyak orang.

Tentu saja, ini belum menjadi keputusan akhir. Senat akan memutuskan Selasa depan apakah amendemen ini akan diteruskan. Pemerintah sendiri menentangnya dan bisa saja langsung mencoret ketentuan ini. Hasil pemungutan suara 38 berbanding 37 menunjukkan bahwa bahkan di parlemen pun belum ada konsensus. Perdebatan masih panjang.

Menurut Anda, langkah Prancis ini menutup celah pajak atau justru mengusir pengguna kripto? Jika Anda tinggal di sana, apakah Anda akan menukar aset lebih awal ke euro atau beralih ke token emas? Mari berdiskusi di kolom komentar.

Setiap hari, saya mengajak Anda mengikuti perkembangan regulasi kripto—bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀