Sang godfather paling keras dalam dunia penipuan Myanmar utara telah muncul. Ada yang menggunakan AI untuk menipu, tetapi siapa sangka AI juga bisa dijadikan honeypot untuk melawan penipuan? Gagasan ini sungguh brilian.

Seorang profesor di Australia mendirikan perusahaan AI bernama Apate. Perusahaan ini mengelola ratusan ribu AI yang berpura-pura menjadi orang tua yang mudah ditipu. Mereka siap menerima telepon penipuan, membalas SMS phishing, dan menyusup ke grup penipu sepanjang waktu.

Tugas AI ini adalah berpura-pura tidak paham dan mengulur waktu. Mereka mengobrol selama berjam-jam sampai penipu mengira telah mendapatkan mangsa besar, lalu memancing informasi tentang nomor rekening bank, dompet kripto, dan situs web palsu milik para penipu. Semua informasi itu kemudian dikemas dan dijual kepada bank serta perusahaan telekomunikasi untuk membantu memblokir para penipu.

Hasilnya: 2,5 juta percakapan, 250 ribu informasi intelijen, dan sekitar 17 tahun waktu para penipu terbuang. Kliennya adalah Commonwealth Bank of Australia dan perusahaan telekomunikasi TPG. TPG telah mengalihkan hampir 590 ribu panggilan. Pada bulan Agustus, perusahaan ini memperoleh pendanaan tahap awal sebesar 8,15 juta dolar AS. Jumlah karyawannya hanya 20 orang.

Bisnis ini bisa berjalan berkat regulasi: Australia, Inggris, dan Uni Eropa mewajibkan bank mengganti kerugian sendiri jika gagal mencegah penipuan.
Kalau para penipu mulai memaki, berarti bisnis ini berhasil.