Deutsche Bank dilaporkan berniat meluncurkan layanan kustodian kriptonya di Jerman dan berencana memperluasnya ke berbagai pusat keuangan Asia pada 2027.
Pertumbuhan pesat ekonomi aset digital, termasuk ratusan miliar dolar yang tersimpan dalam stablecoin, mendorong rencana bank tersebut, kata Gerald Podobnik, wakil kepala bank korporasi Deutsche Bank, kepada Reuters dalam laporan yang terbit pada Jumat.
Podobnik menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari target Deutsche Bank untuk mencapai pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 8% di sektor perbankan korporasi pada 2028.
Menurut siaran pers pada 16 September, layanan kustodian bank tersebut pada awalnya akan mendukung Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan sejumlah stablecoin pilihan, termasuk Circle USDC (USDC), EURC (EURC), dan AllUnity EUR (EURAU).
Juru bicara Deutsche Bank baru-baru ini mengatakan kepada Cointelegraph bahwa bank tersebut memperkirakan akan menerima persetujuan regulator untuk layanan kustodian itu pada Oktober, berdasarkan Markets in Crypto-Assets Regulations (MiCA). Daftar MiCA sementara milik Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa menunjukkan bahwa Deutsche Bank menerima otorisasi dari Otoritas Pengawasan Keuangan Federal Jerman (BaFin) pada Senin.
Cointelegraph telah menghubungi Deutsche Bank untuk meminta komentar mengenai pusat-pusat keuangan Asia mana yang akan menjadi target pertamanya, tetapi belum menerima tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Pada September 2023, Deutsche Bank bermitra dengan platform infrastruktur mata uang kripto Taurus untuk mendukung rencana layanan kustodian kriptonya.
