US$72,6 miliar melawan hampir 60%: Circle mengandalkan kartu kepatuhan untuk merebut wilayah Tether di 50 negara 🦖
CEO penerbit stablecoin Circle, Jeremy Allaire, mengatakan kepada Reuters dalam wawancara pada Jumat bahwa perusahaan berencana memasuki sekitar 50 pasar berkembang baru. Pengguna di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah mulai menggunakan stablecoin untuk pembayaran sehari-hari dan remitansi lintas negara. Ia menyebut momen ini sebagai titik balik dari adopsi awal menuju skala arus utama.
📢 ⏰ 消息群里第一时间说
Lihat angkanya dulu: USDC yang beredar saat ini sekitar US$72,6 miliar, hanya sekitar seperempat dari seluruh pasar stablecoin. Sementara itu, USDT milik rival lamanya, Tether, menguasai hampir 60%. Dengan kata lain, Circle ingin merebut wilayah yang sudah dikuasai pesaingnya selama bertahun-tahun.
Modal untuk masuk bukanlah harga, melainkan kepatuhan dan jaringan distribusi. Tahun ini, Circle mengakuisisi perusahaan pembayaran Singapura, Tazapay, senilai US$400 juta. Langkah itu memberinya akses sekaligus ke jaringan perbankan dan pembayaran lokal di lebih dari 100 pasar. Pada September, perusahaan meluncurkan Arc, blockchain yang dirancang khusus untuk pembayaran. Pada Juli, Circle juga mendapat persetujuan sebagai bank perwalian federal AS. Regulasi pun bergerak searah dengannya: Undang-Undang GENIUS AS memasukkan stablecoin ke dalam kerangka aturan, sementara Uni Eropa telah menetapkan USDC sebagai token uang elektronik penting pertama yang akan tunduk pada aturan baru mulai 12 November ⚖️
Kalau diterjemahkan, menurut saya stablecoin sudah lama bukan sekadar pelengkap aktivitas jual beli kripto. Kini stablecoin langsung bersaing dengan bank dan perusahaan pembayaran untuk merebut pasar remitansi lintas negara. Siapa yang punya izin, dialah yang lebih dulu ikut bermain. Inilah alasan Circle berani masuk ke 50 pasar 💵
Namun, jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Kepatuhan tidak otomatis berarti pangsa pasar. Efek jaringan dan likuiditas Tether masih lebih kuat. Pengguna lebih mementingkan kedalaman pasar daripada izin. Apakah 50 pasar ini benar-benar bisa mendorong jumlah USDC yang beredar melampaui US$72,6 miliar? Itu bergantung pada kesediaan bank lokal untuk mendukungnya dan apakah pengguna mau menerimanya. Allaire juga menyebut bahwa agen AI mulai menggunakan USDC untuk membayar tagihan kecil. Ini mungkin menjadi sumber pertumbuhan berikutnya 📈
Menurutmu, berapa banyak pasar remitansi lintas negara yang pada akhirnya bisa direbut stablecoin? Atau stablecoin hanya akan bertahan di lingkungan kripto? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti perkembangan stablecoin dan topik hangat kripto. Bukan hanya melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
CEO penerbit stablecoin Circle, Jeremy Allaire, mengatakan kepada Reuters dalam wawancara pada Jumat bahwa perusahaan berencana memasuki sekitar 50 pasar berkembang baru. Pengguna di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah mulai menggunakan stablecoin untuk pembayaran sehari-hari dan remitansi lintas negara. Ia menyebut momen ini sebagai titik balik dari adopsi awal menuju skala arus utama.
📢 ⏰ 消息群里第一时间说
Lihat angkanya dulu: USDC yang beredar saat ini sekitar US$72,6 miliar, hanya sekitar seperempat dari seluruh pasar stablecoin. Sementara itu, USDT milik rival lamanya, Tether, menguasai hampir 60%. Dengan kata lain, Circle ingin merebut wilayah yang sudah dikuasai pesaingnya selama bertahun-tahun.
Modal untuk masuk bukanlah harga, melainkan kepatuhan dan jaringan distribusi. Tahun ini, Circle mengakuisisi perusahaan pembayaran Singapura, Tazapay, senilai US$400 juta. Langkah itu memberinya akses sekaligus ke jaringan perbankan dan pembayaran lokal di lebih dari 100 pasar. Pada September, perusahaan meluncurkan Arc, blockchain yang dirancang khusus untuk pembayaran. Pada Juli, Circle juga mendapat persetujuan sebagai bank perwalian federal AS. Regulasi pun bergerak searah dengannya: Undang-Undang GENIUS AS memasukkan stablecoin ke dalam kerangka aturan, sementara Uni Eropa telah menetapkan USDC sebagai token uang elektronik penting pertama yang akan tunduk pada aturan baru mulai 12 November ⚖️
Kalau diterjemahkan, menurut saya stablecoin sudah lama bukan sekadar pelengkap aktivitas jual beli kripto. Kini stablecoin langsung bersaing dengan bank dan perusahaan pembayaran untuk merebut pasar remitansi lintas negara. Siapa yang punya izin, dialah yang lebih dulu ikut bermain. Inilah alasan Circle berani masuk ke 50 pasar 💵
Namun, jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Kepatuhan tidak otomatis berarti pangsa pasar. Efek jaringan dan likuiditas Tether masih lebih kuat. Pengguna lebih mementingkan kedalaman pasar daripada izin. Apakah 50 pasar ini benar-benar bisa mendorong jumlah USDC yang beredar melampaui US$72,6 miliar? Itu bergantung pada kesediaan bank lokal untuk mendukungnya dan apakah pengguna mau menerimanya. Allaire juga menyebut bahwa agen AI mulai menggunakan USDC untuk membayar tagihan kecil. Ini mungkin menjadi sumber pertumbuhan berikutnya 📈
Menurutmu, berapa banyak pasar remitansi lintas negara yang pada akhirnya bisa direbut stablecoin? Atau stablecoin hanya akan bertahan di lingkungan kripto? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti perkembangan stablecoin dan topik hangat kripto. Bukan hanya melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀