Saya melihat-lihat aplikasi live pertama Nillion dan akhirnya lebih banyak memikirkan node daripada kontraknya sendiri.

Menerapkan kontrak hanyalah salah satu bagian dari pekerjaan. Menyiapkan jaringan node dan menghadirkan aplikasi di L1 menciptakan persoalan yang berbeda. Infrastruktur kini harus mendukung aktivitas nyata, bukan sekadar membuktikan bahwa sistem dapat diluncurkan.

Yang menarik perhatian saya adalah dimulainya pemberian reward node di Ethereum. Reward yang mulai diberikan pada tahap ini berarti insentif bagi operator mulai menjadi bagian dari model operasional jaringan yang sebenarnya. Namun, reward saja tidak memberi tahu saya apakah jaringan mampu mempertahankan partisipasi yang bermanfaat. Saya ingin melihat kaitan pembayaran dengan uptime dan seberapa banyak aktivitas yang benar-benar ditangani node.

Ada tiga hal yang akan saya amati secara bersamaan. Pertama, penggunaan aplikasi, karena kontrak yang sudah diterapkan tidak otomatis berarti orang menggunakannya. Kedua, partisipasi node, karena jaringan yang berkembang hanya berarti jika kapasitasnya tetap andal. Ketiga, hubungan antara penggunaan dan reward, karena insentif dapat menarik operator sebelum permintaan organik cukup kuat untuk menopang sistem.

Di sinilah Nillion menjadi lebih menarik untuk dipelajari. Proposisi nilainya bergantung pada infrastruktur privasi yang melakukan pekerjaan berguna di balik aplikasi. Karena itu, kesenjangan antara penerapan dan penggunaan berkelanjutan lebih penting daripada peluncurannya sendiri.

Saya juga akan membedakan distribusi reward Ethereum dari keekonomian jaringan yang mendasarinya. Keduanya saling terkait, tetapi hal itu tidak serta-merta membuktikan bahwa permintaan aplikasi mampu menutup biaya operasional.

Untuk saat ini, saya melihat peluncuran ini sebagai awal dari ujian yang lebih berat. Kontraknya sudah live dan node-node berjalan. Yang penting selanjutnya adalah apakah penggunaan nyata memberi infrastruktur itu alasan untuk terus beroperasi.

#nil $NIL @Nillion