Ketua Federal Reserve: AI akan membawa “dividen ekonomi yang sangat besar”, tetapi jalur transisinya pasti penuh gejolak

16 Oktober — Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengatakan dalam diskusi fireside yang digelar di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan perubahan ekonomi global paling mendalam yang pernah ia alami sepanjang hidupnya. Ia memperkirakan dampak jangka panjangnya akan memberikan dividen ekonomi yang sangat besar, tetapi jalur transisi dalam jangka pendek akan penuh gejolak.

Menurutnya, dampak AI terhadap perekonomian mengikuti pola transmisi yang dimulai dari permintaan, lalu beralih ke penawaran. Dalam jangka pendek, lonjakan AI akan mendorong permintaan agregat dan menimbulkan tekanan kenaikan harga. Dalam jangka menengah hingga panjang, AI akan menjadi guncangan positif pada sisi penawaran, meningkatkan produktivitas secara signifikan dan menciptakan lebih banyak kekayaan bagi masyarakat.

Mengenai risiko yang muncul akibat transisi AI, Warsh mengatakan bahwa arah perubahan struktur pasar masih belum pasti. Dampak nyata AI terhadap pasar tenaga kerja dalam 12 hingga 18 bulan ke depan pun sulit diprediksi.

Selain itu, jalur perkembangan dari kondisi saat ini menuju tujuan akhir kemungkinan besar akan penuh gejolak. Ketidakpastian ini bersumber dari keterbatasan pemahaman kita terhadap teknologi itu sendiri, sekaligus dari belum diketahuinya bentuk pasar yang akan tercipta oleh teknologi baru tersebut.

Terkait kebijakan moneter, Warsh berpendapat bahwa AI akan mengubah cara bank sentral menganalisis data dan merumuskan kebijakan. Ke depannya, bank sentral dapat memanfaatkan AI untuk memproses sejumlah besar informasi secara real time, tidak lagi terbatas pada data statistik yang tertinggal, sehingga dapat menilai arah perekonomian dengan lebih akurat.

Ia juga mengumumkan bahwa gugus tugas khusus Federal Reserve untuk produktivitas dan ketenagakerjaan akan mengadakan dengar pendapat langsung di kawasan Teluk San Francisco pada 16 November guna membahas secara mendalam dampak AI terhadap kegiatan ekonomi dan pasar tenaga kerja.

Selain itu, Warsh kembali menegaskan pendiriannya untuk “tidak mendahului keputusan suku bunga”, dan menyatakan bahwa ia tidak akan mengungkap lebih awal kemungkinan langkah Federal Reserve dalam rapat kebijakan moneter pada Oktober dan Desember.

Pernyataan ini disampaikan di tengah inflasi CPI AS yang baru-baru ini kembali meningkat lebih tinggi dari perkiraan dan menguatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga. Hal tersebut membuat pasar semakin berhati-hati dalam menafsirkan arah kebijakan Federal Reserve.

#AI经济