Kebebasan kripto investor ritel Rusia tinggal 8 bulan; dalam setahun mereka hanya boleh membeli senilai US$3.600 🦖
⚡ 有大动静群里说
Dalam halaman tanya jawab di situs resminya yang diperbarui pada 12 Oktober, Bank Sentral Rusia mengonfirmasi bahwa mulai 1 Juli 2027, transaksi kripto peer-to-peer antarindividu tidak lagi legal. Siapa pun yang ingin membeli kripto hanya bisa melakukannya melalui broker berlisensi dan penyelenggara bursa yang terdaftar di Bank Sentral. Dasar hukumnya adalah Undang-Undang Federal Nomor 282-FZ, yang ditandatangani pada 4 Agustus tahun ini dan resmi berlaku pada 1 September.
Batas transaksinya juga sudah ditetapkan: investor yang tidak memenuhi syarat harus lulus tes terlebih dahulu, lalu hanya boleh membeli kripto senilai maksimal 300.000 rubel per tahun, atau sekitar US$3.600. Aset yang boleh dibeli hanya tiga: Bitcoin, Ethereum, dan USDT. Sementara itu, investor yang memenuhi syarat tidak memiliki batas tahunan. Di satu sisi ada batas atas US$3.600 bagi investor ritel, sementara institusi bebas keluar-masuk pasar ⚖️
Yang lebih jarang terjadi, aturan ini bahkan menyasar penyimpanan mandiri. Memindahkan kripto dari akun digital ke dompet yang kunci privatnya dikuasai sendiri tidak diperbolehkan. Transfer antarindividu melalui alamat yang dioperasikan oleh lembaga penyimpanan digital juga dilarang. Pengguna biasa pun tidak boleh meminjamkan kripto; hanya broker, wali amanat, penyelenggara bursa, dan lembaga kliring yang boleh menjadi pemberi pinjaman.
Mengapa aturan ini berdampak besar? Pada 2023, setelah sebuah bursa terkemuka menjual bisnisnya di Rusia kepada platform lokal, cara umum warga Rusia mendapatkan USDT adalah lewat transaksi P2P: pembeli mentransfer rubel ke kartu bank penjual, lalu penjual mengirimkan USDT. Aturan baru ini memutus jalur tersebut. Menurut Andrei Tugarin, mitra pengelola GMT Legal, kepada Kommersant FM, mulai 1 Juli 2027 bank-bank Rusia wajib menolak pengisian saldo dompet kripto pelanggan di platform luar negeri, dan juga tidak boleh menerima rubel yang ditarik dari platform tersebut ⚠️
Di sisi lain, pemerintah tampaknya tidak ingin menutup pintu sepenuhnya. Sberbank, bank terbesar di Rusia, telah bergabung dalam daftar resmi penyelenggara bursa kripto Bank Sentral pada 12 Oktober dan berencana meluncurkan produk kripto pertamanya pada 1 Desember. VTB dan T-Invest Lab juga tercantum dalam daftar ini. Untuk masuk ke daftar tersebut, perusahaan harus berbadan hukum Rusia dan memiliki modal minimum 15 juta rubel, atau sekitar US$179.000. Namun, perusahaan boleh tetap beroperasi tanpa lisensi hingga 1 Juli 2027 💼
Menurut saya, ini tidak terlalu mirip pelarangan; lebih seperti upaya menarik aktivitas kripto ke dalam sistem. Investor ritel didorong keluar dari transaksi P2P dan masuk ke jalur berlisensi, sehingga uang dan penggunanya tetap berada di dalam sistem. Bagi warga Rusia biasa, kebebasan mereka menyusut—bahkan memindahkan kripto sendiri ke dompet sendiri pun tak boleh lagi. Namun bagi bank dan perusahaan sekuritas, ini adalah peluang bisnis baru. Kripto tidak boleh digunakan untuk membeli barang di dalam negeri, tetapi tetap diizinkan dalam penyelesaian perdagangan luar negeri. Celah ini belum ditutup.
Yuk, bahas di kolom komentar: menurutmu, kewajiban menggunakan penyedia berlisensi akan meredam permintaan kripto di Rusia, atau justru hanya mendorongnya ke pasar OTC? 📉
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung
Setiap hari, kami membantumu mengikuti perkembangan kripto dan isu regulasi. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
⚡ 有大动静群里说
Dalam halaman tanya jawab di situs resminya yang diperbarui pada 12 Oktober, Bank Sentral Rusia mengonfirmasi bahwa mulai 1 Juli 2027, transaksi kripto peer-to-peer antarindividu tidak lagi legal. Siapa pun yang ingin membeli kripto hanya bisa melakukannya melalui broker berlisensi dan penyelenggara bursa yang terdaftar di Bank Sentral. Dasar hukumnya adalah Undang-Undang Federal Nomor 282-FZ, yang ditandatangani pada 4 Agustus tahun ini dan resmi berlaku pada 1 September.
Batas transaksinya juga sudah ditetapkan: investor yang tidak memenuhi syarat harus lulus tes terlebih dahulu, lalu hanya boleh membeli kripto senilai maksimal 300.000 rubel per tahun, atau sekitar US$3.600. Aset yang boleh dibeli hanya tiga: Bitcoin, Ethereum, dan USDT. Sementara itu, investor yang memenuhi syarat tidak memiliki batas tahunan. Di satu sisi ada batas atas US$3.600 bagi investor ritel, sementara institusi bebas keluar-masuk pasar ⚖️
Yang lebih jarang terjadi, aturan ini bahkan menyasar penyimpanan mandiri. Memindahkan kripto dari akun digital ke dompet yang kunci privatnya dikuasai sendiri tidak diperbolehkan. Transfer antarindividu melalui alamat yang dioperasikan oleh lembaga penyimpanan digital juga dilarang. Pengguna biasa pun tidak boleh meminjamkan kripto; hanya broker, wali amanat, penyelenggara bursa, dan lembaga kliring yang boleh menjadi pemberi pinjaman.
Mengapa aturan ini berdampak besar? Pada 2023, setelah sebuah bursa terkemuka menjual bisnisnya di Rusia kepada platform lokal, cara umum warga Rusia mendapatkan USDT adalah lewat transaksi P2P: pembeli mentransfer rubel ke kartu bank penjual, lalu penjual mengirimkan USDT. Aturan baru ini memutus jalur tersebut. Menurut Andrei Tugarin, mitra pengelola GMT Legal, kepada Kommersant FM, mulai 1 Juli 2027 bank-bank Rusia wajib menolak pengisian saldo dompet kripto pelanggan di platform luar negeri, dan juga tidak boleh menerima rubel yang ditarik dari platform tersebut ⚠️
Di sisi lain, pemerintah tampaknya tidak ingin menutup pintu sepenuhnya. Sberbank, bank terbesar di Rusia, telah bergabung dalam daftar resmi penyelenggara bursa kripto Bank Sentral pada 12 Oktober dan berencana meluncurkan produk kripto pertamanya pada 1 Desember. VTB dan T-Invest Lab juga tercantum dalam daftar ini. Untuk masuk ke daftar tersebut, perusahaan harus berbadan hukum Rusia dan memiliki modal minimum 15 juta rubel, atau sekitar US$179.000. Namun, perusahaan boleh tetap beroperasi tanpa lisensi hingga 1 Juli 2027 💼
Menurut saya, ini tidak terlalu mirip pelarangan; lebih seperti upaya menarik aktivitas kripto ke dalam sistem. Investor ritel didorong keluar dari transaksi P2P dan masuk ke jalur berlisensi, sehingga uang dan penggunanya tetap berada di dalam sistem. Bagi warga Rusia biasa, kebebasan mereka menyusut—bahkan memindahkan kripto sendiri ke dompet sendiri pun tak boleh lagi. Namun bagi bank dan perusahaan sekuritas, ini adalah peluang bisnis baru. Kripto tidak boleh digunakan untuk membeli barang di dalam negeri, tetapi tetap diizinkan dalam penyelesaian perdagangan luar negeri. Celah ini belum ditutup.
Yuk, bahas di kolom komentar: menurutmu, kewajiban menggunakan penyedia berlisensi akan meredam permintaan kripto di Rusia, atau justru hanya mendorongnya ke pasar OTC? 📉
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung
Setiap hari, kami membantumu mengikuti perkembangan kripto dan isu regulasi. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀