CPI tadi malam baru saja bikin geger, malam ini PPI langsung membuat keadaan makin kacau

Semua data jauh di atas ekspektasi... Harapan pasar untuk rebound pun pupus

Kemarin, CPI sekitar 0,1 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan. Energi, terutama bensin, menjadi penyumbang terbesar, tetapi biaya perumahan, mobil, dan pakaian juga naik. Ini menunjukkan tekanan inflasi bukan hanya disebabkan oleh harga minyak.

Jika dilihat secara bersamaan, data dua hari ini menunjukkan bahwa guncangan energi bukan lagi sekadar gangguan sementara pada CPI, tetapi akan terus merambat ke sisi konsumsi. PPI tahunan melonjak menjadi 6,3%, jauh lebih tinggi daripada CPI. Sulit berharap CPI akan turun dengan mudah dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi Federal Reserve, laporan PPI ini pada dasarnya memastikan perlunya kenaikan suku bunga lagi. Dari sisi kebijakan, The Fed baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, sehingga kisaran targetnya menjadi 3,75%–4%. Sebelumnya, pasar lebih banyak memperkirakan suku bunga akan dipertahankan pada Oktober dan baru dinaikkan lagi pada Desember.

Setelah data inflasi selama dua hari berturut-turut melampaui ekspektasi, komunikasi pada rapat Oktober akan kembali bernada keras, sementara narasi penurunan suku bunga pun sulit dipertahankan. Bagi pasar, imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar masih berpotensi naik dalam jangka pendek, sementara valuasi saham akan tertekan.

Sebagai tambahan, indeks manufaktur Fed Philadelphia dan Fed New York sama-sama menembus angka 20. Aktivitas manufaktur AS kali ini meningkat baik dari segi volume maupun harga. Untuk sementara, narasi resesi belum menemukan pijakan. Aset berisiko akan tertekan dalam jangka pendek, tetapi prospek jangka panjangnya tetap positif. Harga minyak menjadi satu-satunya faktor yang bisa mengubah keadaan.